PROTIMES.CO – Lonjakan harga BBM kembali terjadi di sejumlah SPBU nasional per 20 April 2026, dengan kenaikan paling mencolok terjadi pada jenis solar dan diesel yang kini menembus angka di atas Rp25 ribu per liter, memicu perhatian publik di tengah kondisi ekonomi yang masih sensitif terhadap fluktuasi energi global. Kenaikan ini terjadi setelah eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah yang berdampak langsung pada harga minyak dunia, sehingga mendorong penyesuaian harga oleh operator energi di Indonesia, termasuk Pertamina, BP-AKR, sementara pemain swasta seperti Shell dan Vivo Energy masih memilih menahan harga di tengah situasi pasar yang belum stabil.
Di SPBU Pertamina, penyesuaian harga terjadi pada BBM nonsubsidi, terutama jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex yang mengalami kenaikan cukup signifikan. Harga Pertamax Turbo kini mencapai Rp19.400 per liter, naik Rp6.300 dari sebelumnya, sementara Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing naik Rp9.400 menjadi Rp23.600 dan Rp23.900 per liter. Di sisi lain, BBM bersubsidi seperti Solar Subsidi tetap di harga Rp6.800 per liter dan Pertalite di Rp10.000 per liter, menunjukkan pemerintah masih menjaga daya beli masyarakat pada segmen tertentu.

Sementara itu, operator swasta Shell terpantau belum melakukan penyesuaian harga, dengan Shell Super tetap di Rp12.390 per liter dan Shell V-Power Diesel di Rp14.620 per liter, meskipun di lapangan banyak laporan terkait keterbatasan stok yang membuat distribusi tidak merata di sejumlah wilayah. Kondisi ini menjadi perhatian karena dapat memicu pergeseran konsumsi ke SPBU lain yang justru sudah menaikkan harga.
Berbeda dengan Shell, BP-AKR justru menaikkan harga pada segmen diesel, di mana BP Ultimate Diesel kini dipatok Rp25.560 per liter atau naik Rp10.940, menjadikannya salah satu BBM diesel dengan harga tertinggi saat ini. Namun untuk jenis bensin seperti BP 92 dan BP Ultimate masih bertahan masing-masing di Rp12.390 dan Rp12.930 per liter.
Adapun Vivo Energy menjadi satu-satunya operator yang belum melakukan perubahan harga sama sekali, dengan Revvo 92 tetap di Rp12.390 per liter, Revvo 95 di Rp12.930 per liter, serta Diesel Primus Plus di Rp14.610 per liter, memberikan alternatif bagi konsumen yang mencari harga lebih stabil di tengah tren kenaikan.
Situasi ini menegaskan bahwa pergerakan harga BBM di Indonesia sangat dipengaruhi oleh dinamika global, terutama harga minyak mentah dan kondisi geopolitik internasional, sehingga potensi penyesuaian harga lanjutan masih terbuka jika tekanan eksternal terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.







Be First to Comment