Press "Enter" to skip to content

Prabowo Naikkan Tunjangan Guru Naik dan Langsung Masuk Rekening

Prabowo mempercepat reformasi pendidikan melalui kenaikan tunjangan guru, transfer langsung ke rekening, revitalisasi 71.744 sekolah, dan perluasan program MBG yang telah menjangkau 43 juta siswa.

PROTIMES.CO – Pemerintah mempercepat reformasi sektor pendidikan melalui empat program prioritas nasional yang diarahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Salah satu kebijakan yang menjadi sorotan adalah kenaikan tunjangan guru dan penerapan sistem transfer langsung ke rekening masing-masing guru tanpa melalui jalur birokrasi yang panjang.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, bersama Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, melaporkan perkembangan program tersebut dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, menjelang pertengahan Juni 2026. Presiden menegaskan peningkatan kualitas pendidikan harus dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Bagi guru non-ASN, tunjangan yang sebelumnya Rp1,5 juta naik menjadi Rp2 juta. Sementara guru ASN akan menerima tunjangan sebesar gaji pokok. Pemerintah juga menerapkan mekanisme baru berupa transfer langsung ke rekening guru setiap bulan agar hak para pengajar diterima secara penuh dan tepat waktu.

Beasiswa Guru dan Revitalisasi Sekolah Diperluas

Selain peningkatan kesejahteraan guru, pemerintah memperluas program beasiswa bagi guru yang belum menyelesaikan pendidikan S1 atau D4 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Tahun 2026 ditargetkan sebanyak 150 ribu guru menerima bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester, meningkat tajam dibandingkan dengan 12.500 guru pada 2025.

Pada sektor infrastruktur, pemerintah menargetkan revitalisasi besar-besaran sekolah mulai tingkat TK hingga SMA, baik negeri maupun swasta. DPR RI telah menyetujui anggaran Rp14 triliun untuk merevitalisasi 11.744 sekolah dengan rencana perluasan hingga total 71.744 satuan pendidikan pada tahun ini.

Program pembangunan dilakukan melalui sistem swakelola oleh masing-masing sekolah yang diperkirakan mampu menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja lokal dalam rentang tiga hingga delapan bulan. Prioritas diberikan kepada wilayah IKN, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menteri juga melaporkan revitalisasi 2025 telah mencapai 100 persen pada 16.167 sekolah. Sebagian proyek fisik tahun ini ditargetkan selesai pada Juli dan Agustus 2026 sehingga siap digunakan saat tahun ajaran baru 2026/2027.

MBG Klaim Jangkau 43 Juta Siswa

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan 100 sekolah unggulan nasional non-asrama di berbagai daerah, termasuk satu sekolah baru di IKN sebagai proyek percontohan.

Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperluas dan diintegrasikan ke dalam kurikulum penguatan karakter “Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat”. Hingga 10 Juni 2026, cakupan MBG dilaporkan telah mencapai 80,7 persen atau sekitar 43 juta dari total 53 juta siswa di Indonesia.

Berdasarkan hasil kajian internal dan sejumlah penelitian, termasuk dari Universitas Indonesia, program MBG dan penggunaan perangkat pembelajaran digital Interactive Flat Panel (IFP) disebut mampu meningkatkan tingkat kehadiran siswa, motivasi belajar, serta capaian akademik di sekolah.

Prabowo Subianto menilai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki kualitas pendidikan nasional yang selama puluhan tahun belum mengalami revitalisasi secara menyeluruh.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *