PROTIMES.CO – Nilai tukar rupiah yang dalam beberapa hari terakhir mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat kembali menjadi sorotan. Namun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan mata uang Garuda bukan disebabkan memburuknya kondisi fundamental ekonomi nasional maupun kondisi fiskal pemerintah.
Menurutnya, tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipicu sentimen dan berbagai rumor yang berkembang di pasar keuangan. Purbaya mengatakan pergerakan rupiah dalam satu hingga dua hari terakhir terjadi secara tiba-tiba akibat munculnya berbagai isu yang memengaruhi persepsi pelaku pasar.
Ia menilai kondisi tersebut lebih berkaitan dengan faktor psikologis pasar dibandingkan kondisi ekonomi riil yang sedang berlangsung.
Salah satu rumor yang beredar, kata Purbaya, menyebut dirinya meminta perbankan melakukan stress test apabila nilai tukar rupiah menembus Rp18.000 per dolar AS.
Ia secara tegas membantah kabar tersebut dan menegaskan tidak pernah mengeluarkan instruksi seperti yang beredar di pasar.
Menurutnya, informasi yang tidak benar tersebut justru memperkuat sentimen negatif terhadap rupiah sehingga mendorong tekanan lebih lanjut pada nilai tukar.
Bantah Fiskal Berantakan
Purbaya juga merespons anggapan bahwa pelemahan rupiah terjadi akibat kebijakan fiskal pemerintah yang dinilai bermasalah. Ia menepis tudingan tersebut dan menegaskan kondisi APBN justru menunjukkan perbaikan.
Menurutnya, pemerintah terus menjaga disiplin fiskal serta memastikan berbagai indikator keuangan negara tetap berada dalam jalur yang aman. Ia menyebut berbagai narasi yang mengaitkan pelemahan rupiah dengan fiskal yang berantakan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Ia menjelaskan pemerintah saat ini fokus menjaga fundamental ekonomi agar tetap kuat. Purbaya meyakini nilai tukar pada akhirnya akan mencerminkan kondisi ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, pemerintah memilih menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi, investasi, serta kesinambungan pembangunan nasional dibanding merespons berlebihan terhadap gejolak jangka pendek di pasar keuangan.
APBN Diklaim Tetap Aman
Di tengah tekanan terhadap rupiah, Purbaya memastikan kondisi APBN tetap aman. Pemerintah sebelumnya telah melakukan berbagai simulasi terhadap skenario pelemahan rupiah sehingga tekanan nilai tukar saat ini masih berada dalam batas yang telah diperhitungkan. Ia menegaskan tidak ada kebutuhan untuk melakukan revisi besar terhadap postur anggaran negara akibat kondisi tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.800 hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS. Meski demikian, pemerintah dan otoritas terkait tetap memantau perkembangan pasar serta menjaga koordinasi guna memastikan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga.







Be First to Comment