PROTIMES.CO – Isu cadangan BBM nasional yang disebut hanya cukup untuk 21 hari menjadi sorotan publik setelah potongan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia viral di media sosial. Pemerintah akhirnya memberikan penjelasan resmi untuk meluruskan informasi tersebut sekaligus memastikan pasokan energi nasional tetap aman menjelang Idul Fitri.
Dalam penjelasannya melalui sebuah podcast resmi, Bahlil menegaskan bahwa angka 21 hingga 23 hari yang ramai dibicarakan bukan berarti bahan bakar minyak Indonesia akan habis dalam waktu tiga pekan. Ia menjelaskan bahwa angka tersebut merujuk pada kapasitas tampung atau storage nasional yang tersedia saat ini.
Menurut Bahlil, sistem pengelolaan stok energi nasional bekerja seperti tandon air yang terus diisi. Meskipun kapasitas penyimpanan terbatas, suplai energi terus masuk dari produksi dalam negeri maupun impor yang sudah dijadwalkan secara rutin.
“Stok itu seperti tandon air. Walaupun kapasitasnya terbatas, aliran pasokan tetap masuk. Jadi sebelum habis sudah diisi lagi,” ujar Bahlil Lahadalia dalam penjelasannya.
Ia juga mengungkapkan bahwa keterbatasan kapasitas penyimpanan energi merupakan persoalan lama yang sudah berlangsung sejak masa pembangunan energi pada era Orde Baru. Hingga saat ini Indonesia belum memiliki infrastruktur penyimpanan strategis yang mampu menampung cadangan energi nasional dalam jangka panjang.
Menjawab kekhawatiran publik terkait kondisi geopolitik global, terutama ketegangan di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi dunia seperti Selat Hormuz, pemerintah disebut telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi.
Bahlil menjelaskan bahwa untuk bahan bakar jenis solar Indonesia saat ini sudah tidak lagi bergantung pada impor berkat program biodiesel seperti B35 dan B40 yang memanfaatkan minyak sawit domestik.
Sementara untuk LPG, sekitar 70 persen impor Indonesia kini berasal dari Amerika Serikat sehingga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan Timur Tengah.
Adapun untuk impor minyak mentah atau crude oil, Indonesia hanya mengambil sekitar 20 hingga 25 persen dari kawasan Timur Tengah. Jika terjadi gangguan distribusi di wilayah tersebut, pemerintah telah menyiapkan alternatif pasokan dari Afrika maupun Amerika Latin untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Selain menjawab isu cadangan energi, Bahlil juga memastikan pemerintah akan menjaga stabilitas harga BBM menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Ia menyebut telah berkoordinasi dengan Presiden serta Menteri Keuangan agar tidak ada kenaikan harga BBM subsidi hingga masa Lebaran selesai.
“Walaupun harga minyak dunia sempat mendekati 100 dolar AS per barel, pemerintah berkomitmen menjaga harga BBM agar tidak naik sampai Lebaran,” kata Bahlil.
Selisih harga akibat fluktuasi harga minyak dunia akan ditanggung negara melalui tambahan alokasi subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sehingga masyarakat tidak terbebani selama masa mudik dan perayaan hari raya.
Dalam jangka panjang, pemerintah juga tengah menyiapkan strategi untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui pembangunan cadangan penyangga energi atau buffer stock nasional.
Presiden disebut telah mengarahkan agar Indonesia memiliki kapasitas penyimpanan energi hingga tiga bulan ke depan sebagai cadangan strategis nasional.
Pembangunan fasilitas penyimpanan energi tersebut tidak sepenuhnya akan menggunakan dana APBN. Pemerintah berencana menggandeng investor swasta untuk membangun infrastruktur penyimpanan dengan skema cadangan negara.
Selain memperkuat cadangan energi, pemerintah juga mendorong percepatan transisi energi guna menekan ketergantungan terhadap impor bensin.
Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah program konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik.
Pemerintah saat ini sedang menghitung skema subsidi konversi agar biaya yang harus dikeluarkan masyarakat dapat ditekan hingga sekitar Rp5 juta sampai Rp6 juta per unit.
Di sektor bahan bakar nabati, pemerintah juga menargetkan implementasi program campuran etanol pada bensin atau E20 yang diproyeksikan mulai berjalan pada periode 2028 hingga 2029.
Melalui berbagai langkah tersebut, Bahlil meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh potongan informasi yang beredar tanpa konteks lengkap di media sosial.
Ia menegaskan pemerintah terus bekerja menjaga stabilitas pasokan energi nasional agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.










Be First to Comment