Press "Enter" to skip to content

Gelombang Demo Mahasiswa di Jakarta dan Semarang Tuntut Pembatalan Kenaikan Harga Pertamax

Ratusan mahasiswa di Jakarta menggelar demo besar menuntut pembatalan kenaikan Pertamax dan evaluasi program MBG. Akses TransJakarta lumpuh dan 22 perjalanan KA dialihkan.

PROTIMES.CO – Gelombang unjuk rasa mahasiswa berskala besar kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Ratusan hingga ribuan mahasiswa dari berbagai elemen Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) turun ke jalan guna menuntut pemerintah membatalkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax serta mendesak evaluasi total terhadap program strategis nasional.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak Jumat (12/6/2026) sore hingga malam hari ini berpusat di dua titik strategis, yakni kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta Pusat dan Kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah di Semarang.

Ketegangan di Bundaran HI dan Simpang Susun Semanggi

Di ibu kota, diperkirakan sedikitnya 1.500 massa aksi yang didominasi oleh BEM Universitas Indonesia (UI) dan gabungan elemen mahasiswa lainnya memadati kawasan Bundaran HI. Jalannya aksi sempat memanas ketika massa mencoba menerobos barikade pengamanan petugas di bawah Simpang Susun Semanggi, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, guna melanjutkan long march.

Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat penegak hukum tidak terhindari. Guna mengantisipasi eskalasi massa, sebanyak 6.500 personel gabungan TNI dan Polri disiagakan di sejumlah titik vital. Jalur Sudirman yang sempat tertahan akhirnya dibuka secara situasional oleh petugas, dan massa berangsur membubarkan diri secara tertib pada Jumat malam.

Pihak kepolisian melaporkan telah mengamankan dua orang dalam aksi tersebut, namun dipastikan keduanya bukan berasal dari kalangan mahasiswa.

Mahasiswa Panjat Gerbang DPRD Jawa Tengah

Situasi serupa terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Ratusan mahasiswa dari BEM Universitas Diponegoro (Undip) menggelar aksi tegang di depan Kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah. Dipicu kekesalan akibat tidak diizinkan masuk ke halaman kantor, sejumlah peserta aksi nekat memanjat gerbang besi gedung rakyat tersebut saat berorasi.

Ratusan mahasiswa Undip, demo didepan Gedung DPRD Jawa Tengah, menolak kenaikan harga BBM non-subsidi.

Koordinator aksi dalam orasinya menyampaikan bahwa kebijakan menaikkan harga Pertamax merupakan langkah keliru yang justru akan memicu kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite, sehingga berdampak langsung pada penurunan daya beli dan perekonomian masyarakat kecil.

Tiga Tuntutan Utama Perekonomian

Selain menuntut pembatalan kenaikan harga Pertamax, aliansi mahasiswa membawa tiga isu krusial terkait kebijakan ekonomi pemerintah, di antaranya:

  1. Pembatalan Kenaikan BBM Non-Subsidi: Menolak kenaikan Pertamax yang dinilai membebani kelas menengah dan memicu kelangkaan Pertalite.
  2. Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Mahasiswa menilai program MBG terlalu menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tuntutan ini kian menguat seiring langkah hukum kejaksaan yang baru saja menetapkan Komisaris PT YAT sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus dugaan korupsi tata kelola program tersebut.
  3. Kritik Badan Investasi Danantara: Mahasiswa mendesak pemerintah mengevaluasi Danantara yang dinilai belum memberikan kontribusi balik atau hasil investasi yang nyata bagi keuangan negara.

Perwakilan aliansi mahasiswa menegaskan bahwa aksi ini merupakan awal dari gelombang protes yang lebih besar. Mereka menyatakan akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih masif jika tuntutan evaluasi kebijakan ekonomi ini tidak segera direspons oleh pemerintah pusat.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *