PROTIMES.VO – Presiden Prabowo Subianto mengirim sinyal kuat bahwa Indonesia tak ingin lagi tertinggal dalam kualitas pendidikan tinggi. Dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, Presiden mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk bersama-sama membangun 10 universitas baru berstandar internasional di Indonesia.
Prabowo secara resmi menawarkan kerja sama strategis kepada universitas-universitas papan atas Inggris untuk mendirikan sepuluh universitas baru di Indonesia. Inisiatif ini ditujukan untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional agar sejajar dengan negara-negara maju.
Dalam pernyataannya kepada media, Prabowo menekankan bahwa Indonesia membutuhkan lompatan besar di sektor pendidikan, khususnya pada bidang kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, sains, dan teknologi. Saat ini, Indonesia masih kekurangan sekitar 140 ribu dokter, sementara lulusan tahunan hanya berkisar 9 ribu orang, angka yang dinilai jauh dari kebutuhan nasional.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah berencana membangun universitas-universitas baru dengan standar pendidikan Inggris, menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, serta didukung dosen dan profesor asing, termasuk skema profesor tamu dari kampus mitra.
Presiden juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang diterima merupakan lulusan terbaik dan akan memperoleh beasiswa penuh dari pemerintah, termasuk pelatihan bahasa Inggris intensif. Pemerintah membuka peluang kerja sama dengan British Council, termasuk penerapan standar IELTS.
Tak hanya pendidikan, setiap universitas akan dilengkapi rumah sakit pendidikan berstandar internasional. Presiden menilai langkah ini berpotensi menghemat hingga USD 6 miliar per tahun yang selama ini dihabiskan masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri.
Prabowo optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan sehingga angkatan pertama mahasiswa dapat diterima pada 2028, sekaligus menciptakan kawasan kampus internasional yang aman, nyaman, dan menarik bagi tenaga pengajar global.
Pewarta : Anwar Chow
Editor : Aris Darmawan












Be First to Comment