PROTIMES.CO — LPG kembali memicu kegelisahan publik setelah antrean panjang warga terlihat di berbagai daerah, dari pagi hingga siang hari, demi mendapatkan gas 3 kg yang semakin sulit ditemukan. Di saat kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil bergantung pada pasokan ini, harga justru melonjak tajam, menciptakan tekanan berlapis bagi masyarakat.
Sejak penyesuaian harga LPG non-subsidi 12 kg oleh Pertamina pada 18 April 2026, harga di tingkat ritel dilaporkan menembus Rp258.000 per tabung. Dampaknya merembet cepat ke LPG 3 kg subsidi yang mulai langka di pasaran dan dijual hingga Rp30.000 per tabung di sejumlah wilayah seperti Jember, Surabaya, dan Depok. Kondisi ini membuat warga terpaksa mengantre panjang, bahkan sejak pagi, hanya untuk memastikan dapur tetap menyala.
Di tengah situasi tersebut, Bareskrim Polri mengungkap fakta yang memperkuat tekanan di lapangan. Dalam operasi sepanjang April 2026, aparat membongkar 223 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi dengan total 330 tersangka. Potensi kerugian negara mencapai sekitar Rp243,6 miliar, atau setara hampir Rp18 miliar per hari dalam periode pengungkapan, mencerminkan skala kebocoran subsidi yang signifikan.

Barang bukti yang diamankan menunjukkan besarnya praktik ilegal tersebut, mulai dari ratusan ribu liter BBM subsidi hingga lebih dari 13 ribu tabung LPG. Modus yang ditemukan beragam, termasuk pengoplosan LPG subsidi ke tabung non-subsidi, penimbunan, hingga distribusi ke sektor industri dengan harga lebih tinggi. Praktik ini dinilai mempersempit pasokan di tingkat masyarakat dan memperparah kelangkaan yang terjadi.
Pemerintah melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga LPG 3 kg tidak mengalami kenaikan dan stok nasional dalam kondisi aman. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan distribusi yang belum merata, ditambah gangguan logistik global yang ikut memengaruhi pasokan. Indonesia sendiri masih mengimpor sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional, sehingga rentan terhadap tekanan harga energi dunia.
Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga menggelar operasi pasar di sejumlah wilayah untuk menjaga harga tetap sesuai ketentuan, termasuk menyediakan LPG 3 kg dengan harga Rp16.000. Meski demikian, intervensi ini belum sepenuhnya meredam lonjakan harga di tingkat pengecer, terutama di wilayah dengan distribusi terbatas.







Be First to Comment