PROTIMES.CO – Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan tajam setelah anjlok hingga menyentuh level Rp17.600 sampai Rp17.700 per dolar Amerika Serikat. Kondisi ini memicu kepanikan di sejumlah wilayah, ditandai dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai money changer untuk membeli dan menukarkan dolar AS. Fenomena tersebut terlihat sejak pagi hingga siang hari dengan antrean warga yang khawatir terhadap pelemahan mata uang nasional yang dinilai semakin tidak terkendali.
Pelemahan rupiah kali ini disebut menjadi salah satu titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran besar terhadap dampaknya terhadap harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga tekanan ekonomi masyarakat kelas menengah dan bawah. Di tengah kondisi tersebut, perhatian publik tertuju pada langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah gejolak global dan tekanan pasar.
DPR RI Kritik BI, Desakan Mundur Perry Warjiyo Menguat
Gejolak rupiah juga memicu reaksi keras dari Komisi XI DPR RI. Dalam rapat bersama Bank Indonesia, sejumlah anggota dewan mempertanyakan efektivitas kebijakan moneter yang selama ini diterapkan. Kritik paling tajam datang dari anggota Komisi XI DPR RI, Primus Yustisio, yang secara terbuka meminta Gubernur BI Perry Warjiyo bersikap gentleman dan mempertimbangkan mundur dari jabatannya.
Pernyataan tersebut langsung memicu polemik politik dan ekonomi. DPR menilai pelemahan rupiah tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa karena berpotensi memukul daya beli masyarakat dan memperburuk tekanan ekonomi nasional. Di sisi lain, BI menyatakan terus melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi pasar dan penguatan instrumen moneter guna menjaga kepercayaan pasar terhadap rupiah.
Situasi ini pun menjadi perhatian luas publik karena nilai tukar rupiah dianggap sebagai indikator penting kesehatan ekonomi nasional. Jika pelemahan terus berlanjut, dampaknya diperkirakan akan terasa pada harga barang impor, biaya perjalanan luar negeri, hingga sektor industri yang bergantung pada bahan baku dari luar negeri.







Be First to Comment