Press "Enter" to skip to content

IHSG Dguncang! DPR, OJK hingga Danantara Turun Gunung ke Bursa Efek

IHSG melemah membuat DPR, OJK, Danantara dan BEI turun langsung melakukan sidak ke Bursa Efek Indonesia demi menjaga stabilitas pasar modal nasional.

PROTIMES.CO – Gejolak pasar modal Indonesia kembali menjadi perhatian serius setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Merespons kondisi tersebut, pimpinan DPR RI bersama regulator keuangan dan lembaga investasi negara melakukan sidak sekaligus pertemuan strategis langsung di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa 19 Mei 2026.

Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco Ahmad dan dihadiri sejumlah tokoh penting sektor keuangan nasional, di antaranya perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Kepala BP Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Wakil Kepala BP Danantara Doni Oskaria, serta Direktur BEI Nyoman anyar.

Langkah ini dilakukan untuk menyikapi melemahnya pasar saham domestik yang disebut dipengaruhi oleh tekanan regional dan global. Pelemahan IHSG dinilai berkaitan dengan meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, kebijakan moneter global yang masih ketat atau hawkish, hingga sentimen rebalancing indeks global MSCI yang terjadi pada pertengahan Mei.

Selain melakukan koordinasi antarlembaga, pertemuan tersebut juga bertujuan menjaga stabilitas pasar dan memberikan rasa tenang kepada investor ritel domestik yang dalam beberapa hari terakhir mulai dihantui volatilitas pasar.

Fundamental Emiten Diklaim Solid, Investor Gen-Z Terus Bertambah

Di tengah tekanan pasar, pihak BEI menegaskan fundamental emiten nasional masih berada dalam kondisi kuat. Dari total 957 perusahaan tercatat, hampir 85 persen telah melaporkan kinerja kuartal pertama tahun 2026 dengan pertumbuhan laba bersih agregat mencapai 21,5 persen.

Kepercayaan investor domestik juga disebut terus meningkat. Hingga saat ini tercatat ada tambahan sekitar 6,5 hingga 7 juta investor ritel baru secara year to date, sehingga total investor pasar modal Indonesia mencapai sekitar 27 juta investor yang mayoritas berasal dari generasi muda atau Gen-Z.

Selain itu, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana nasional juga melonjak Rp49,71 triliun atau naik 6,39 persen dengan total dana kelolaan mencapai Rp718,44 triliun. Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator bahwa minat investasi domestik masih cukup tinggi meski pasar sedang bergejolak.

Sementara itu, BP Danantara menegaskan strategi investasi jangka panjang tetap difokuskan pada saham-saham BUMN yang dinilai masih undervalued, namun memiliki potensi dividen besar. Sejumlah sektor seperti perbankan Himbara dan mineral disebut menjadi target utama karena menawarkan dividen jangka panjang di kisaran 10 hingga 11 persen.

Di sisi lain, otoritas pasar modal mengaku tengah menyiapkan sejumlah penyempurnaan regulasi bursa untuk menjaga stabilitas pasar. Kebijakan tersebut disebut baru akan diumumkan setelah libur perdagangan berakhir pada akhir Mei mendatang. Setelah dari BEI, rombongan pejabat juga dijadwalkan bertolak menuju Bank Indonesia untuk membahas koordinasi lanjutan terkait stabilitas nilai tukar rupiah.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *