PROTIMES.CO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menetapkan tujuh anggota Direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru untuk masa jabatan periode 2026–2030. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari komitmen besar untuk mempercepat reformasi pasar modal Indonesia serta merespons hasil evaluasi inklusivitas pasar dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) tahun 2026.
Meski sebagian besar indikator aksesibilitas pasar modal Indonesia mendapatkan penilaian positif dari MSCI, lembaga pemeringkat global tersebut masih memberikan catatan kritis pada aspek transparansi informasi dan liberalisasi pasar valuta asing. Menanggapi hal itu, OJK bersama BEI langsung bergerak cepat melakukan pembenahan internal.
Saring 28 Kandidat, Jeffrey Hendrik Pimpin BEI
Anggota Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi (Bu Kiki), mengungkapkan bahwa ketujuh direktur terpilih merupakan figur terbaik yang telah berhasil melewati proses fit and proper test ketat di OJK. Proses seleksi tersebut menyaring 28 kandidat dari 4 paket usulan yang masuk.

“Kami harapkan dan kami minta mereka berkomitmen memberikan yang terbaik untuk pengembangan Bursa Efek ke depan dengan mengedepankan tata kelola dan melanjutkan reformasi integritas,” ujar Friderica dalam konferensi pers usai melakukan koordinasi dengan pimpinan DPR RI di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Berikut adalah susunan lengkap Direksi BEI Periode 2026–2030 yang telah ditetapkan OJK:
- Direktur Utama: Jeffrey Hendrik
- Direktur Penilaian Perusahaan: Saidu
- Direktur Teknologi Informasi: Munim
- Direktur Keuangan dan SDM: Umi Kulsum
- Direktur Pengembangan: Iding Pardi
- Direktur Pengawasan: Yulianto Aji Sadono
- Direktur Perdagangan: Irfan Susandi
Komitmen Menuju Bursa Kelas Dunia
Usai diperkenalkan, jajaran direksi baru langsung melakukan koordinasi dan berdiskusi panjang dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, terkait pembenahan tata kelola bursa ke depan agar semakin akuntabel dan transparan.
Direktur Utama BEI terpilih, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa fokus utama kepengurusannya adalah melanjutkan fondasi reformasi yang berjalan secara simultan dalam beberapa bulan terakhir. Pihaknya berjanji akan melakukan akselerasi pendalaman pasar secara menyeluruh.
“Komitmen kami adalah terus meningkatkan transparansi, integritas, serta tata kelola di Bursa Efek Indonesia. Kami juga akan melakukan pendalaman pasar, baik dari sisi demand maupun supply, sehingga ke depannya potensi BEI untuk menjadi bursa kelas dunia yang setara dengan bursa-bursa besar lainnya dapat segera terwujud,” tegas Jeffrey.
Rencananya, susunan manajemen baru ini akan dibawa dan disahkan secara formal dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BEI yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026 mendatang. Melalui penyegaran struktur ini, pasar modal diharapkan mampu menjadi instrumen investasi yang semakin aman, kredibel, dan kokoh dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.







Be First to Comment