PROTIMES.CO – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi oleh tekanan sentimen global pada perdagangan Senin (29 Juni 2026). Meski sempat dibuka menguat, IHSG kembali bergerak fluktuatif hingga memasuki zona merah seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan ekonomi dan geopolitik internasional.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian investor adalah ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk dinamika konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran di sekitar Selat Hormuz. Kawasan tersebut merupakan salah satu jalur distribusi energi dunia sehingga setiap eskalasi berpotensi memengaruhi harga minyak global dan memicu volatilitas pasar keuangan.
Pelaku pasar juga terus mencermati arah kebijakan moneter global, pergerakan harga komoditas, serta arus investasi asing yang masih menjadi penentu utama pergerakan pasar saham Indonesia dalam jangka pendek.
Analis menilai volatilitas pasar masih akan berlangsung selama ketidakpastian global belum mereda. Namun, fundamental ekonomi domestik yang relatif stabil diharapkan mampu menjadi penopang bagi kinerja pasar modal nasional.







Be First to Comment