Press "Enter" to skip to content

VKTR di Balik Pabrik EV Magelang, Arah Baru Bakrie Masuk Industri Bus Listrik

VKTR jadi ujung tombak Bakrie masuk industri EV lewat pabrik bus listrik di Magelang dengan kapasitas 3.000 unit per tahun.

PROTIMES.CO – Di tengah pergeseran global menuju energi bersih, langkah Bakrie Group membangun pabrik kendaraan listrik di Magelang, Jawa Tengah, menjadi sinyal perubahan arah besar industri nasional. Proyek ini digarap melalui PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, yang kini diposisikan sebagai ujung tombak bisnis kendaraan listrik Indonesia di segmen komersial.

Pabrik ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari strategi besar transformasi grup Bakrie yang mulai meninggalkan ketergantungan pada sektor konvensional menuju industri berbasis teknologi dan energi baru. CEO Bakrie & Brothers Tbk, Anindya Bakrie, menjadi figur sentral dalam mengarahkan langkah ini, dengan fokus pada kendaraan listrik sebagai peluang bisnis jangka panjang.

VKTR sendiri merupakan entitas yang secara khusus dibentuk untuk menggarap pasar kendaraan listrik, terutama bus dan truk berbasis baterai. Segmen ini dinilai memiliki potensi tinggi karena kebutuhan transportasi publik yang terus berkembang, seiring dorongan pemerintah dalam menekan emisi dan meningkatkan efisiensi energi di sektor transportasi.

Di sisi lain, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia berperan dalam membuka ruang investasi dan memastikan proyek ini sejalan dengan program hilirisasi nasional. Pemerintah mendorong peningkatan industri EV nasional melalui penguatan produksi dalam negeri agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen kendaraan listrik.

Melalui anak usaha PT VKTR Sakti Industries, pabrik ini dibangun dengan pendekatan Completely Knock Down (CKD), yang memungkinkan proses perakitan kendaraan dilakukan di dalam negeri. Strategi ini menjadi kunci untuk meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang ditargetkan mencapai 40 hingga 70 persen.

Dengan nilai investasi sekitar Rp300 miliar, fasilitas produksi ini dirancang memiliki kapasitas hingga 3.000 unit bus listrik per tahun. Produksi tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga membuka peluang ekspansi ke pasar regional, khususnya Asia Tenggara yang mulai mengadopsi kendaraan listrik dalam sistem transportasinya.

Tak berhenti pada produksi, VKTR juga menyiapkan langkah ekspansi ekosistem, mulai dari pengembangan teknologi baterai, layanan pendukung kendaraan listrik, hingga kolaborasi riset dan pengembangan (R&D) dengan institusi pendidikan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun fondasi industri kendaraan listrik yang berkelanjutan di Indonesia.

Transformasi bisnis yang dilakukan Bakrie Group melalui VKTR menunjukkan perubahan arah strategis yang signifikan. Dari sektor energi konvensional menuju teknologi mobilitas masa depan, perusahaan ini kini berada di jalur untuk mengambil peran penting dalam peta kendaraan listrik Indonesia sekaligus memperkuat posisi nasional dalam kompetisi industri EV global.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *