PROTIMES.CO – Suasana berbeda terlihat di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Selasa (9/3/2026). Deretan stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berdiri rapi menampilkan berbagai produk khas Ramadan hingga kebutuhan menjelang Lebaran. Mulai dari makanan dan minuman tradisional, kue kering, busana muslim, kerajinan tangan, hingga berbagai produk rumah tangga dipamerkan dalam Bazar Semarak Ramadan 2026 yang digelar di lingkungan Kementerian ESDM.
Selain pilihan produk yang beragam, harga yang ditawarkan relatif terjangkau sehingga menarik minat pengunjung untuk berbelanja. Bazar tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan UMKM nasional.
Kegiatan ini merupakan inisiatif Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian ESDM yang bertujuan memberikan ruang promosi sekaligus membuka akses pasar lebih luas bagi pelaku usaha kecil.
Dalam sambutannya, Bahlil mengapresiasi penyelenggaraan bazar yang dinilai mampu menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Menurutnya, sektor UMKM memiliki peran strategis sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
“Saya mengapresiasi dan menyambut baik program dari DWP Kementerian ESDM ini untuk berbagi kasih secara ekonomi. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan menjadi bagian dari nadi pembangunan ekonomi bangsa,” ujar Bahlil di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional sangat besar, baik dari sisi produk domestik bruto maupun penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data yang dipaparkan, sektor UMKM menyumbang sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Selain itu, dari sekitar 132 juta tenaga kerja nasional, sekitar 120 juta di antaranya terserap di sektor UMKM.
Bahlil juga mengungkapkan bahwa jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai sekitar 64 hingga 65 juta unit usaha. Jumlah tersebut mewakili sekitar 97 hingga 98 persen dari total pelaku usaha di Indonesia.
Menurutnya, kekuatan sektor UMKM telah terbukti ketika Indonesia menghadapi krisis ekonomi pada 1998–1999. Pada masa itu, ketika inflasi mencapai 83 persen dan defisit ekonomi meningkat tajam, sektor UMKM justru mampu bertahan dan membantu menjaga stabilitas perekonomian nasional.
“Waktu Indonesia krisis ekonomi tahun 1998–1999, inflasi kita mencapai 83 persen, defisit ekonomi kita 13 persen dan cadangan devisa kita tinggal sekitar USD17 miliar. Yang menjadi tulang punggung dan mempertahankan ekonomi nasional saat itu adalah UMKM,” kata Bahlil.
Sementara itu, Penasehat DWP Kementerian ESDM, Sri Suparni Bahlil, menyampaikan bahwa bazar Ramadan ini terselenggara berkat kolaborasi berbagai pihak di lingkungan Kementerian ESDM bersama sejumlah instansi terkait. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya.
Bazar Semarak Ramadan 2026 mengusung tema “UMKM Tangguh Energi Tumbuh”, yang mencerminkan semangat untuk memperkuat ketahanan dan mendorong pertumbuhan UMKM di tengah berbagai tantangan ekonomi. Ketua Panitia Bazar, Vinay Erani Yustika, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pemberdayaan UMKM.
Selain menjadi sarana promosi produk, bazar juga memberikan kemudahan bagi pegawai serta masyarakat sekitar untuk memperoleh produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Lebaran.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah efektif bagi pelaku UMKM untuk berkembang sekaligus menghadirkan optimisme bagi para pelaku usaha maupun pengunjung yang datang. Kehadiran bazar ini tidak hanya meramaikan suasana Ramadan di lingkungan Kementerian ESDM, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan sektor UMKM yang selama ini menjadi pilar penting perekonomian Indonesia.
Pewarta : Anwar Chow
Editor : Aris Darmawan










Be First to Comment