PROTIMES.CO – Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU Indonesia terpantau belum mengalami perubahan pada Jumat, 6 November 2026. Pertamina, BP-AKR, Shell, dan Vivo masih mempertahankan harga yang berlaku sejak awal November.
Kondisi ini menjadi perhatian masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi, transportasi umum, hingga pelaku usaha yang bergantung pada bahan bakar minyak.
Di SPBU Pertamina wilayah Jakarta dan sekitarnya, Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter. Sementara Pertamax dibanderol Rp15.950 per liter.
Adapun Pertamax Green 95 dijual Rp19.150 per liter dan Pertamax Turbo mencapai Rp19.600 per liter.
Untuk BBM jenis diesel nonsubsidi, Dexlite dipatok Rp23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex mencapai Rp25.200 per liter.
Daftar Harga BBM Pertamina, BP, Shell dan Vivo.
Berikut daftar harga BBM yang berlaku pada Jumat, 6 November 2026, berdasarkan wilayah pemasaran.
1. Pertamina
– Pertalite: Rp10.000 per liter
– Biosolar: Rp6.800 per liter
– Pertamax: Rp15.950 per liter
– Pertamax Green 95: Rp19.150 per liter
– Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
– Dexlite: Rp23.700 per liter
– Pertamina Dex: Rp25.200 per liter
2. BP-AKR
– BP 92: Rp16.130 per liter
– BP Ultimate: Rp19.330 per liter
– BP Ultimate Diesel: Rp25.420 per liter
3. Shell
– Shell V-Power Diesel: Rp25.420 per liter
– Shell Super: Belum tersedia
– Shell V-Power: Belum tersedia
– Shell V-Power Nitro+: Belum tersedia
4. Vivo
– Revvo 92: Rp16.130 per liter
– Revvo 95: Rp19.330 per liter
– Diesel Primus: Rp25.420 per liter
Harga Stabil, Masyarakat Tetap Perlu Memantau Perkembangan
Belum adanya perubahan harga BBM memberikan kepastian sementara bagi masyarakat dalam mengatur pengeluaran transportasi.
Meski demikian, konsumen perlu memperhatikan bahwa harga BBM nonsubsidi dapat berbeda berdasarkan wilayah pemasaran, termasuk komponen pajak bahan bakar kendaraan bermotor daerah.
Karena itu, masyarakat sebaiknya memastikan harga melalui informasi resmi SPBU setempat sebelum melakukan pengisian.
Sementara itu, perkembangan harga minyak mentah dunia tetap menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kebijakan harga energi ke depan.











Be First to Comment