PROTIMES.co — Harga sejumlah komoditas pangan bergerak pada Rabu (23/9/2026). Di tingkat pedagang eceran nasional, harga cabai rawit merah tercatat Rp89.500 per kilogram, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia pada pukul 09.19 WIB.
Meski harga cabai rawit merah pada pencatatan tersebut turun 5,94 persen dibandingkan hari sebelumnya, level harganya masih menjadi perhatian karena berada jauh di atas sejumlah komoditas pangan lainnya.
Cabai Merah Keriting Justru Melonjak
Pergerakan harga tidak hanya terjadi pada cabai rawit. Cabai merah keriting tercatat Rp86.400 per kilogram, atau melonjak 25,86 persen dalam sehari berdasarkan data PIHPS yang dipantau pada Rabu pagi. Sementara cabai merah besar berada di Rp55.100 per kilogram dan cabai rawit hijau Rp53.150 per kilogram.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga komoditas hortikultura masih cukup dinamis. Perubahan harga di tingkat pasar dapat dipengaruhi oleh kondisi pasokan, produksi dan distribusi dari daerah sentra menuju pasar konsumsi.
Cuaca Panas Tekan Produksi
Menteri Perdagangan Budi Santoso sebelumnya mengatakan kenaikan harga cabai rawit salah satunya dipengaruhi cuaca panas pada musim kemarau dan fenomena El Nino.
Menurut pemerintah, kondisi cuaca tersebut dapat memengaruhi produksi cabai. Pemerintah juga menyatakan akan mendorong pengiriman pasokan dari daerah yang mengalami surplus menuju wilayah yang mengalami defisit untuk membantu menjaga stabilitas harga.
Dari sisi produksi, pelaku usaha cabai juga menyebut gangguan cuaca dan keterbatasan air sebagai salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas tanaman. Kondisi panas dapat menyebabkan tanaman mengalami gangguan pembungaan sehingga produksi menurun.
Harga Pangan Lain Ikut Bergerak
Pergerakan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas lain.
Harga bawang merah tercatat Rp40.350 per kilogram, sedangkan bawang putih Rp39.100 per kilogram. Untuk kelompok beras, beras kualitas bawah I berada di Rp15.550 per kilogram dan beras medium I Rp16.850 per kilogram.
Pada komoditas protein hewani, harga ayam ras segar tercatat Rp45.800 per kilogram dan telur ayam ras Rp30.200 per kilogram. Sementara daging sapi kualitas I berada di kisaran Rp148.550 per kilogram.
Pergerakan harga tersebut menjadi perhatian karena komoditas pangan memiliki keterkaitan langsung dengan pengeluaran rumah tangga. Bagi pedagang makanan dan pelaku usaha kuliner, perubahan harga bahan baku juga dapat memengaruhi biaya operasional.
Distribusi Menjadi Kunci
Kondisi harga cabai memperlihatkan bahwa stabilitas pangan tidak hanya bergantung pada produksi. Distribusi dari daerah surplus ke wilayah defisit menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga ketersediaan barang di pasar.
Pemerintah menyatakan koordinasi pasokan antardaerah akan dilakukan sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga cabai.
Ke depan, perkembangan cuaca, produksi di sentra cabai, kelancaran distribusi dan permintaan masyarakat akan menjadi sejumlah faktor yang menentukan pergerakan harga komoditas tersebut.
Bagi konsumen, perubahan harga pangan menjadi salah satu indikator yang perlu terus dipantau karena dampaknya langsung terasa pada belanja harian.







Be First to Comment