PROTIMES.CO – Media sosial baru-baru ini diramaikan oleh narasi yang mengklaim bahwa Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengumumkan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax menjadi Rp 10.500 per liter. Namun, setelah ditelusuri, informasi yang beredar luas tersebut dipastikan hoaks atau berita bohong.
Pihak Kementerian ESDM bersama PT Pertamina (Persero) menegaskan tidak ada kebijakan penurunan harga Pertamax ke angka tersebut dalam waktu dekat. Sebaliknya, harga BBM nonsubsidi saat ini justru mengalami penyesuaian menyusul pergerakan harga minyak mentah dunia.
Kronologi dan Fakta di Lapangan
Narasi keliru ini umumnya menyebar melalui tangkapan layar berita hasil manipulasi digital (editan) dan video potongan pidato yang konteksnya diputarbalikkan.
Faktanya, per Juni 2026, harga resmi Pertamax (RON 92) di tingkat nasional berada di kisaran Rp 16.250 hingga Rp 17.000 per liter, tergantung pada wilayah atau provinsi masing-masing. Angka ini jauh di atas klaim hoaks yang beredar.
Pernyataan Resmi:
“Harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax sangat bergantung pada pergerakan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah. Saat ini tren global belum memungkinkan adanya penurunan harga yang drastis,” ujar perwakilan Humas Kementerian ESDM dalam keterangan resminya.
Mengapa Harga BBM Belum Bisa Turun?
Dalam beberapa kesempatan, Bahlil Lahadalia sempat menjelaskan bahwa formula harga BBM nonsubsidi di Indonesia selalu dievaluasi secara berkala mengikuti mekanisme pasar (MoPS).
Pemerintah baru bisa menurunkan harga jika:
1. Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan yang konsisten secara global.
2. Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menguat secara stabil.
Sementara itu, untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite (RON 90), pemerintah berkomitmen untuk menjaga harganya tetap stabil di angka Rp 10.000 per liter guna menjaga daya beli masyarakat.
Saring Sebelum Sharing
Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kebenaran informasi terkait harga BBM langsung melalui saluran resmi, seperti aplikasi MyPertamina atau situs web resmi Pertamina korporat. Jangan mudah terprovokasi oleh potongan video atau gambar tangkapan layar yang tidak jelas sumber utamanya.









Be First to Comment