Press "Enter" to skip to content

Mabes Polri Dibanjiri Karangan Bunga! Publik Desak Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tuntas

Karangan bunga membanjiri Mabes Polri. Masyarakat memberikan dukungan agar kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo diusut tuntas.

PROTIMES.CO – Pemandangan berbeda terlihat di kawasan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta Selatan. Sejumlah karangan bunga berjejer memenuhi area gedung kepolisian tersebut dengan pesan dukungan agar kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto diusut hingga tuntas.

Karangan bunga tersebut mulai terlihat sejak Kamis (5/11/2026) dan semakin menjadi perhatian pada Jumat (6/11/2026).

Berbagai pesan tertulis ditujukan kepada jajaran kepolisian, khususnya Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, agar mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

Salah satu karangan bunga bertuliskan, “Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran”.

Ada pula pesan yang berbunyi, “Terima kasih Kapolri, berani bersih-bersih tak pandang pangkat dan jabatan.”

Sementara karangan bunga dari Suara Netizen membawa pesan, “Rakyat Mengapresiasi Keberanian Kapolri, Tidak Ada yang Kebal Hukum”.

Karangan bunga tersebut dikirim oleh sejumlah elemen masyarakat, organisasi, perorangan, hingga pihak yang tidak mencantumkan identitas pengirim.

Lingkar Pemuda Indonesia Ikut Berikan Dukungan

Salah satu organisasi yang menyampaikan dukungan adalah Lingkar Pemuda Indonesia (LPI).

Direktur Eksekutif LPI, Akhrom Saleh, menyebut karangan bunga tersebut merupakan simbol dukungan sekaligus apresiasi kepada Polri atas upaya pengungkapan dugaan tindak pidana penyadapan ilegal yang diduga menyasar Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Akhrom, pengusutan perkara harus dilakukan secara terbuka, profesional, dan tanpa tebang pilih.

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak yang ditutupi apabila ditemukan bukti keterlibatan dalam perkara tersebut.

Sekretaris Nasional LPI, Mahardhika Prakasha, juga menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan keputusan kolektif organisasi.

Menurutnya, sejumlah pengurus wilayah LPI di berbagai provinsi turut membangun komunikasi untuk mengawal proses penanganan perkara.

Kasus Penyadapan Jadi Sorotan, Publik Tunggu Transparansi Polri

Munculnya karangan bunga di Mabes Polri tidak terlepas dari perhatian masyarakat terhadap kasus dugaan penyadapan ilegal yang tengah ditangani Bareskrim Polri.

Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan sistem Lawful Interception Management System (LIMS), akses ilegal, serta penghapusan data elektronik.

Dalam perkembangan penyidikan, sejumlah personel dan mantan pejabat kepolisian telah ditetapkan sebagai tersangka.

Polri juga membentuk tim khusus yang dipimpin oleh Kabareskrim untuk melakukan pendalaman terhadap berbagai informasi dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah meminta agar kasus tersebut diusut secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan hukum.

Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana aparat penegak hukum menuntaskan perkara tersebut.

Deretan karangan bunga di Mabes Polri menjadi gambaran adanya dukungan sekaligus harapan masyarakat agar proses hukum berjalan transparan, profesional, dan tidak membedakan pangkat maupun jabatan.

Publik menunggu pengungkapan seluruh fakta di balik dugaan penyadapan yang menyeret nama-nama penting di lingkungan kepolisian.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *