Press "Enter" to skip to content

Batal Dipakai MBG, 21 Ribu Motor Listrik BGN Akhirnya Dihibahkan ke Guru Honorer!

DPR setuju rencana Badan Gizi Nasional (BGN) hibahkan 21 ribu motor listrik operasional SPPG ke guru honorer daerah demi cegah aset mangkrak.

PROTIMES.COWakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menyatakan dukungannya terhadap rencana Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghibahkan sepeda motor listrik operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada para guru honorer di berbagai daerah.

Langkah ini dinilai sebagai jalan keluar terbaik agar aset negara yang telah dibeli menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak berujung mangkrak dan sia-sia.

“Daripada membiarkan aset yang sudah dibeli pakai uang negara jadi tidak terpakai, tentu langkah hibah ini jauh lebih bermanfaat dan tepat sasaran,” ujar Yahya dalam keterangannya di Gedung DPR RI, Senayan.

Kritik Sejak Awal Pengadaan

Meski mendukung penuh langkah penyelamatan aset lewat skema hibah, politisi senior ini menegaskan bahwa dirinya sejak awal menolak keras proyek pengadaan sekitar 21 ribu unit motor listrik untuk kebutuhan SPPG tersebut.

Menurut Yahya, pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada dasarnya tidak membutuhkan mobilitas tinggi yang membutuhkan armada motor listrik sebanyak itu. Ia juga menyoroti berbagai kejanggalan dalam proses pengadaan di masa lalu, termasuk dugaan penggelembungan harga (markup) serta minimnya kesiapan infrastruktur pendukung.

“Dari awal kami melihat urgensinya rendah. Ditambah lagi dengan minimnya fasilitas dealer resmi dan layanan servis dari pihak pemenang tender, yang tentu menyulitkan perawatan di lapangan,” tutur Yahya menambahkan.

Di bawah Bidikan Hukum

Rencana pengalihan fungsi aset ini pertama kali mencuat dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI setelah Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, memaparkan opsi pemanfaatan optimal bagi belasan ribu motor listrik yang diadakan menggunakan sisa anggaran tahun 2025.

Langkah penyelamatan aset ini menjadi sorotan tajam mengingat proyek pengadaan motor listrik SPPG tersebut saat ini sedang masuk dalam radar penyelidikan Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi anggaran di bawah manajemen BGN periode sebelumnya.

Melalui kebijakan hibah ini, pemerintah berharap armada kendaraan roda dua berbasis baterai tersebut dapat langsung menunjang mobilitas para guru honorer di daerah terpencil, sekaligus menyudahi polemik inefisiensi anggaran yang sempat membebani program prioritas nasional tersebut.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *