Press "Enter" to skip to content

Rocky Gerung Jawab Keraguan Publik: Masuk Wantimpres untuk Kritik Langsung Presiden, Sebut Istana Rawan Korupsi

Rocky Gerung menjelaskan alasannya menjadi anggota Wantimpres Presiden Prabowo dan tetap mempertahankan sikap kritis terhadap kekuasaan.

PROTIMES.co — Rocky Gerung menjelaskan alasan dirinya menerima posisi sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di tengah kritik publik yang mempertanyakan keputusannya masuk ke lingkungan Istana.

Dalam wawancara di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Rocky mengatakan keberadaannya di Wantimpres tidak berarti dirinya menjadi bagian dari kabinet atau kehilangan posisi kritis terhadap kekuasaan. Ia menyebut justru ingin menggunakan akses tersebut untuk menyampaikan pandangan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Rocky dilantik sebagai anggota Wantimpres bersama 25 tokoh lainnya oleh Presiden Prabowo di Istana Negara pada 2 Oktober 2026. Dalam susunan tersebut, Pratikno menjadi Ketua Wantimpres dan Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua.

Rocky: Saya Bukan Kabinet, Kritik Bisa Langsung ke Presiden

Rocky menjelaskan bahwa posisi Wantimpres berbeda dengan menteri yang berada dalam struktur kabinet.

Menurut dia, salah satu keuntungan berada di Wantimpres adalah adanya kesempatan menyampaikan pandangan kepada Presiden tanpa harus melalui rantai birokrasi pemerintahan.

Rocky mengatakan dirinya ditempatkan di Istana dengan tugas memberikan pandangan kritis kepada Presiden. Ia juga menyebut penyampaian masukan dapat dilakukan secara individual melalui catatan kepada Presiden.

Rocky menilai posisi tersebut justru memberinya ruang untuk mempertahankan sikap kritis yang selama ini menjadi cirinya.

Ia juga menyatakan terdapat kesepahaman dengan Presiden mengenai kebebasan dirinya dalam menyampaikan pandangan. Menurut Rocky, kritik yang disampaikan secara langsung akan lebih efektif karena dapat diterima langsung oleh Presiden.

Sebut Istana Rawan Korupsi, Klaim Ingin Mengawasi dari Dalam

Dalam wawancara yang sama, Rocky menggunakan pernyataan keras ketika menggambarkan lingkungan kekuasaan.

Ia menyebut Istana sebagai tempat yang memiliki konsentrasi kekuasaan dan mengatakan dirinya masuk ke lingkungan tersebut untuk memberantas pihak-pihak yang menurutnya melakukan korupsi.

Pernyataan itu merupakan pandangan dan tudingan Rocky Gerung dalam wawancara, bukan temuan hukum yang membuktikan bahwa seluruh lingkungan Istana melakukan korupsi. Sejumlah media mengutip pernyataan Rocky yang menggambarkan Istana sebagai tempat yang rentan terhadap praktik korupsi.

Rocky juga mengatakan dirinya tidak khawatir pernyataan keras tersebut akan membuat Presiden tersinggung karena, menurut pengakuannya, terdapat kesepakatan mengenai kebebasannya untuk menyampaikan pandangan.

Kritik Publik dan Tuduhan “Berubah”

Masuknya Rocky ke Wantimpres sebelumnya memunculkan pertanyaan di ruang publik karena selama bertahun-tahun ia dikenal sebagai figur yang kritis terhadap pemerintah dan kekuasaan.

Rocky menilai perubahan posisi dari luar pemerintahan ke lingkungan Istana tidak otomatis mengubah prinsip yang selama ini ia pegang.

Ia berargumen bahwa kritik terhadap kekuasaan tetap dapat dilakukan dari dalam maupun luar. Perbedaannya, menurut Rocky, kini ia memiliki kesempatan menyampaikan kritik tersebut langsung kepada Presiden.

Secara kelembagaan, Wantimpres memang bukan bagian dari kementerian atau kabinet. Berdasarkan Pasal 16 UUD 1945, Presiden membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Ketentuan tersebut diatur lebih lanjut dalam UU Nomor 19 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 64 Tahun 2024.

Wantimpres Era Prabowo Berisi 26 Tokoh

Presiden Prabowo melantik total 26 anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026. Selain Rocky Gerung, sejumlah nama yang masuk antara lain Pratikno, Hatta Rajasa, Chairul Tanjung, Quraish Shihab, Budi Gunawan, Bambang Soesatyo, Jusuf Hamka, Anwar Usman, Dato Sri Tahir, Ignasius Jonan dan sejumlah tokoh lainnya.

Rocky mengatakan keberadaannya di lingkungan Istana bukan dimaksudkan untuk mengubah identitas intelektualnya, melainkan memanfaatkan ruang yang tersedia untuk memberikan pertimbangan kritis kepada Presiden.

Dengan demikian, perdebatan mengenai masuknya Rocky ke Wantimpres kini bergeser pada bagaimana ia menjalankan peran tersebut: apakah kritik tetap disampaikan secara terbuka dan independen ketika berada di dalam lingkungan kekuasaan.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *