PROTIMES.CO – Presiden Prabowo Subianto melontarkan sindiran keras terhadap praktik korupsi dalam pidato pembukaan Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan Andalan ke-17 tahun 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Dalam pidato yang disampaikan di hadapan ribuan petani dan nelayan, Prabowo menyoroti perilaku para pelaku korupsi yang dinilainya memiliki kemampuan intelektual tinggi namun disalahgunakan untuk merugikan negara.
“Banyak yang pintar, tapi kepintarannya dipakai untuk mencuri kekayaan negara,” demikian intisari pernyataan Prabowo yang langsung menyita perhatian peserta acara.
Prabowo menegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak kekurangan orang cerdas, namun tantangan terbesar adalah bagaimana memastikan kecerdasan tersebut digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk memperkaya diri sendiri.
Sindiran tersebut disebut sebagai bentuk kritik tajam terhadap praktik korupsi yang masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Apalagi, sektor petani dan nelayan yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional kerap terdampak oleh kebocoran anggaran dan penyalahgunaan kekuasaan.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menekankan pentingnya integritas dan moralitas dalam pembangunan nasional. Ia mengingatkan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kejujuran.
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet menilai sindiran itu sebagai pesan moral yang kuat sekaligus peringatan keras bagi para pejabat dan pelaku korupsi.
Hingga berita ini diturunkan, pernyataan Prabowo masih menjadi trending di berbagai platform digital dan memicu diskusi publik mengenai penegakan hukum korupsi di Indonesia.







Be First to Comment