PROTIMES.CO – Badan Narkotika Nasional (BNN) mulai mengubah pendekatan penanganan mantan penyalahguna narkotika dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi dan penempatan kerja. Langkah itu ditegaskan dalam kolaborasi strategis antara Badan Narkotika Nasional dan PT Gyokai Indonesia guna memperkuat program pascarehabilitasi agar lebih berkelanjutan dan mampu menekan risiko mantan pengguna kembali terjerumus ke dalam narkoba.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kepala BNN RI di Cawang, Jakarta Timur, Senin (11/5), Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa rehabilitasi tidak cukup hanya memulihkan kondisi fisik dan mental, tetapi juga harus diikuti dengan akses pekerjaan, pelatihan keterampilan, dan penguatan ekonomi agar mantan penyalahguna narkotika memiliki masa depan yang jelas.
“Pascarehabilitasi harus mampu membuat mereka kembali produktif dan diterima di lingkungan sosial maupun dunia kerja. Ini menjadi bagian penting dalam menekan risiko relapse,” ujar Suyudi Ario Seto.
Pelatihan Intensif hingga Kuliah untuk Mantan Pecandu
Dalam pertemuan tersebut, PT Gyokai Indonesia memaparkan program pelatihan intensif berbasis kompetensi yang dikombinasikan dengan praktik lapangan dan jaminan penempatan kerja tanpa pungutan biaya tambahan. Program ini dirancang agar peserta memiliki kemampuan kerja yang siap digunakan di sektor industri.

Tak hanya itu, perusahaan juga memperkenalkan program bertajuk “Paksa Sarjana”, sebuah skema kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi untuk membuka akses pendidikan lanjutan bagi peserta pelatihan yang ingin melanjutkan pendidikan akademik.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi langkah baru dalam memperkuat reintegrasi sosial mantan penyalahguna narkotika. Sebab selama ini, stigma sosial dan minimnya akses pekerjaan menjadi salah satu faktor yang memicu mantan pengguna kembali terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
200 Lowongan Kerja Disiapkan
Dalam diskusi itu, kedua pihak sepakat memperkuat sinergi melalui pengembangan soft skill, pelatihan kerja, hingga asesmen psikologi sebelum penempatan kerja dilakukan. Tahap awal program akan difokuskan di wilayah Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Sebagai bentuk dukungan konkret, PT Gyokai Indonesia bersama 12 perusahaan mitra menyatakan kesiapan menyerap sedikitnya 200 tenaga kerja terampil dari program pascarehabilitasi tersebut.
Langkah ini diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan sosial mantan penyalahguna narkotika, tetapi juga menjadi strategi nyata untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, produktif, dan mendukung program besar Indonesia Bersinar atau Bersih dari Narkoba.
Kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri dinilai menjadi salah satu solusi paling realistis dalam memutus rantai ketergantungan narkotika, terutama bagi mantan pengguna yang membutuhkan kesempatan kedua untuk kembali membangun kehidupan mereka.







Be First to Comment