PROTIMES.co — Presiden RI Prabowo Subianto mengumpulkan sekitar 800 perwira tinggi dan perwira menengah TNI-Polri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026). Pertemuan tersebut merupakan agenda taklimat atau pengarahan langsung Presiden kepada jajaran pimpinan aparat pertahanan dan keamanan negara.
Sejumlah pejabat tinggi terlihat hadir, di antaranya Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Para pejabat mulai berdatangan sejak pagi sebelum diarahkan memasuki area Istana.
Pertemuan ini menjadi agenda taklimat ketiga Presiden Prabowo bersama jajaran TNI-Polri. Sebelumnya, agenda serupa telah dilakukan pada 30 Januari dan 9 Februari 2026.
Prabowo Tekankan Sinergi TNI-Polri dan Keamanan Nasional
Pengarahan tersebut membahas sejumlah aspek pertahanan dan keamanan, termasuk penguatan sinergi antara TNI dan Polri.
Selain itu, Prabowo disebut memberikan perhatian terhadap pengamanan sumber daya alam Indonesia serta keterlibatan TNI-Polri dalam mendukung sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman sebelumnya menyebut Presiden akan memberikan taklimat yang berkaitan dengan keamanan dan pertahanan.
Pertahanan Hadapi Ancaman Siber dan Perubahan Global
Dalam pengarahan tersebut, Prabowo juga menekankan pentingnya kesiapan pertahanan menghadapi perkembangan ancaman yang tidak hanya bersifat konvensional.
Prabowo mengingatkan TNI agar bersikap modern dan adaptif menghadapi bentuk ancaman seperti perang siber serta penyebaran informasi bohong yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Agenda konsolidasi ini berlangsung dua hari setelah Prabowo memimpin upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, pada 5 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menekankan pentingnya TNI tetap menjadi tentara rakyat dan siap menghadapi berbagai potensi ancaman.
Hingga pengarahan berlangsung, pihak Istana belum merilis keterangan lengkap mengenai seluruh materi yang disampaikan Presiden. Media diminta menunggu hingga rangkaian taklimat selesai.







Be First to Comment