PROTIMES.CO – Nilai tukar rupiah berpotensi melemah lebih lanjut pada perdagangan Jumat ini, bergerak di kisaran Rp18.020 hingga Rp18.100 per dolar AS, seiring arus modal keluar asing pasca-pengumuman konsultasi reklasifikasi pasar modal Indonesia oleh MSCI.
Pada penutupan Kamis (22/10), rupiah sudah melemah Rp38 atau 0,21% ke posisi Rp18.060/USD. Tekanan ini muncul setelah MSCI pada 16 Oktober lalu meluncurkan konsultasi kemungkinan menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, dengan keputusan akhir dijadwalkan pada Juni 2027.
“Dari sisi domestik, sentimen MSCI, arus dana asing, dan efektivitas stabilisasi Bank Indonesia menjadi penentu utama pergerakan rupiah hari ini,” ujar Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan INDEF, M. Rizal Taufikurahman, Jumat.
Rizal memperkirakan pelemahan rupiah hari ini terbatas, kecuali munculnya eskalasi ketegangan geopolitik baru yang memicu pelarian modal massal.
Bank Indonesia sendiri telah menyatakan akan terus memantau ketat perkembangan pasar.
“Kami terus mengawasi perkembangan pasar modal secara ketat. Tentu saja, kami memantau setiap arus keluar modal yang terjadi setelah pengumuman MSCI tersebut,” kata Wakil Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers pasca-Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (21/10).

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mencatat penguatan tiga hari berturut-turut. Kamis kemarin IHSG naik 1,12% ke level 5.387,90. Meski demikian, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp1,47 triliun, mengindikasikan pelonggaran kepemilikan asing di tengah ketidakpastian status MSCI.
Analis pasar modal memperingatkan bahwa tekanan jangka pendek masih membayangi.
“IHSG diproyeksikan menguji level resisten 5.400 hari ini, namun pelaku pasar disarankan waspada terhadap aksi ambil untung menjelang akhir pekan,” ungkap Kepala Riset sekuritas ternama, Syafruddin, dalam catatan risetnya.
Ia menambahkan bahwa level psikologis Rp18.000/USD tetap menjadi penanda penting; penguatan rupiah menembus ke bawah level tersebut memerlukan perbaikan sentimen pasar saham serta pasokan dolar yang memadai.
Presiden Prabowo Subianto juga telah menegaskan sikap negara menghadapi tekanan tersebut.
“Kita terus dihadang. Ada apa itu? Macam-macamlah MSCI itu. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut kepada siapa pun dan tidak akan gentar,” ujar Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka.
BI pada rapat kemarin mempertahankan BI Rate di 5,75% sambil menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 5,00% sebagai upaya menjaga aliran modal dan stabilitas nilai tukar. Cadangan devisa Indonesia per September 2026 tercatat tetap aman di angka USD 146,3 miliar.







[…] Rupiah Tertekan Sentimen MSCI Berpotensi Sentuh Rp18.100/USD, IHSG Bertahan Naik ke 5.387Penulis: Anwar Chow Protimes PROTIMES.CO – Nilai tukar rupiah berpotensi melemah lebih lanjut pada perdagangan Jumat ini, bergerak di kisaran Rp18.020 hingga Rp18.100 per dolar AS, seiring arus modal… Leave a Comment […]