Press "Enter" to skip to content

Usai Sertijab, Syahganda Ungkap Strategi Baru Bakom: Dengarkan Suara Rakyat

Usai sertijab, Syahganda Nainggolan mengungkap strategi baru Bakom Pemerintah dengan memperkuat komunikasi dua arah dan lebih banyak mendengar suara rakyat.

PROTIMES.co — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengungkapkan arah komunikasi baru pemerintah setelah menjalani serah terima jabatan (sertijab) menggantikan Muhammad Qodari.

Syahganda mengatakan tugas tersebut merupakan amanah besar. Ia bahkan menggambarkan tanggung jawab barunya sebagai sesuatu yang “ngeri-ngeri sedap”. Pernyataan itu disampaikan dalam sertijab Kepala Bakom RI di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

“Terus terang amanah yang diberikan oleh Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden kepada saya dan tentunya mungkin kepada Pak Waka, ini ngeri-ngeri sedap buat saya,” ujar Syahganda.

Bukan Hanya Menyampaikan, Bakom Diminta Mendengar

Syahganda mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar komunikasi pemerintah tidak berjalan satu arah.

Menurut Syahganda, Presiden ingin pemikiran dan program pemerintah dapat dipahami hingga masyarakat paling bawah. Namun, di sisi lain, suara masyarakat dari lapisan bawah juga harus dapat kembali sampai kepada pemerintah dan Presiden.

“Ini yang diminta, jadi bagaimana kita ini mendengarkan suara rakyat. Pesannya itu,” terangnya.

Arahan tersebut menempatkan Bakom bukan hanya sebagai penyampai informasi mengenai kebijakan pemerintah, tetapi juga sebagai salah satu jembatan untuk menangkap aspirasi, masukan, keluhan, dan kritik masyarakat.

Sekretariat Negara sebelumnya juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo meminta Bakom membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat dan menggunakan bahasa yang sederhana agar kebijakan pemerintah lebih mudah dipahami.

Komunikasi Dua Arah Jadi Fokus

Syahganda mengatakan pola komunikasi tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab yang kini harus dijalankannya bersama Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono.

Ia menyebut Fadli memiliki pengalaman lebih lama di lingkungan pemerintahan sehingga dapat membantu dirinya memahami situasi internal Bakom.

Syahganda juga memastikan akan meneruskan berbagai program komunikasi yang telah dibangun oleh kepemimpinan sebelumnya.

“Alhamdulillah Bakom ini sudah tumbuh berkembang, mudah mudahan beban kepada saya dan Pak Waka tidak terlalu berat lagi, kita tinggal meneruskan apa yang telah dilakukan Pak Qodari selama ini,” bebernya.

Peran Media Dinilai Penting

Dalam kesempatan sebelumnya setelah dilantik, Syahganda juga menekankan pentingnya peran wartawan dalam kehidupan bernegara.

“Wartawan itu nyawanya negara ini,” jelasnya.

Ia juga menyatakan Bakom akan memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), untuk memperkuat penyampaian pemikiran dan program Presiden kepada masyarakat.

Presiden Prabowo sendiri menekankan komunikasi pemerintah sebagai instrumen untuk memperkuat persatuan nasional. Syahganda mengatakan arahan tersebut akan menjadi salah satu fokus Bakom ke depan.

Dengan strategi tersebut, Bakom di bawah kepemimpinan Syahganda diarahkan untuk membangun komunikasi dua arah: menjelaskan kebijakan dan program pemerintah kepada masyarakat sekaligus membawa suara, kritik, serta aspirasi masyarakat kembali kepada pemerintah.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *