Press "Enter" to skip to content

361 Siswa Diduga Keracunan MBG di Karo, Polisi Naikkan Kasus ke Penyidikan

Polisi menyelidiki kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis yang dialami ratusan siswa di Kabupaten Karo

PROTIMES.co — Kasus dugaan keracunan massal setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memasuki tahap baru. Polres Tanah Karo meningkatkan status penanganan perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Sebanyak 361 siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi hidangan MBG. Polisi kini mendalami rangkaian kejadian tersebut untuk mengungkap penyebab dan pihak yang bertanggung jawab.

Seorang siswi terbaring di ranjang rumah sakit saat mendapat pemeriksaan tenaga medis setelah diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Peningkatan status menjadi penyidikan dilakukan setelah penyidik mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Polisi Periksa Siswa, Guru hingga Ahli Gizi

Dalam proses penyidikan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari siswa yang menjadi korban, guru, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga ahli gizi.

Kapolres Tanah Karo AKBP Pebriandi Haloho memberikan keterangan terkait penyidikan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara menyeluruh proses penyediaan, pengolahan, distribusi hingga konsumsi makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian keracunan massal.

Polisi juga terus mengumpulkan bukti dan keterangan untuk memastikan fakta di balik kejadian tersebut.

Gelar Perkara Khusus Disiapkan

Langkah selanjutnya, kepolisian berencana melakukan gelar perkara khusus untuk menentukan perkembangan penanganan kasus, termasuk kemungkinan penetapan tersangka berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang diperoleh.

Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian masih dalam proses pendalaman. Penetapan pihak yang bertanggung jawab akan menunggu hasil penyidikan kepolisian.

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dan keselamatan ratusan pelajar yang menjadi penerima manfaat.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *