Press "Enter" to skip to content

BYD Seagull Generasi Kedua Meluncur 20 Oktober, Dimensi Membesar dan Motor Lebih Bertenaga

BYD Seagull generasi kedua 2026 mobil listrik terbaru dengan bodi lebih besar dan motor 95 kW.

PROTIMES.co– Produsen otomotif asal China, BYD, dijadwalkan meluncurkan mobil listrik BYD Seagull generasi kedua pada 20 Oktober 2026. Model terbaru ini membawa perubahan signifikan, mulai dari dimensi bodi yang lebih besar hingga peningkatan tenaga motor listrik.

Peluncuran tersebut menjadi langkah penting bagi BYD dalam memperkuat persaingan di segmen mobil listrik berukuran kompak. Seagull selama ini menjadi salah satu model andalan dalam lini kendaraan listrik Ocean Series milik BYD.

Mengutip laporan CnEVPost pada 14 Oktober 2026, BYD Seagull generasi kedua akan diperkenalkan di China setelah perusahaan membuka pemesanan awal pada 9 Oktober 2026.

Meski demikian, harga resmi model terbaru tersebut belum diumumkan.

Perubahan paling mencolok terlihat pada ukuran bodi. BYD Seagull generasi kedua memiliki panjang 4.205 milimeter, atau bertambah 425 milimeter dibandingkan pendahulunya.

Lebar kendaraan mencapai 1.810 milimeter, tinggi 1.570 milimeter, serta jarak sumbu roda 2.650 milimeter.

Dimensi tersebut membuat Seagull terbaru semakin mendekati ukuran BYD Dolphin, model hatchback listrik yang berada di kelas lebih besar.

Selain perubahan dimensi, kapasitas kabin juga meningkat. Seagull generasi kedua dirancang untuk menampung lima penumpang, dibandingkan empat penumpang pada generasi sebelumnya.

Motor Listrik Lebih Bertenaga, Kapasitas Baterai Ikut Jadi Sorotan

Pembaruan berikutnya terletak pada sistem penggerak. Berdasarkan data spesifikasi yang dilaporkan dari dokumen regulasi China, Seagull generasi kedua menggunakan motor listrik dengan tenaga maksimum 95 kW atau sekitar 127 tenaga kuda.

Angka tersebut meningkat dibandingkan motor 55 kW pada model sebelumnya.

Mobil ini juga menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP). Informasi spesifikasi yang beredar menyebutkan adanya dua pilihan kapasitas baterai, yakni sekitar 30 kWh dan 39,2 kWh.

Berdasarkan data yang dilaporkan CarNewsChina, kedua pilihan tersebut diperkirakan menawarkan jarak tempuh masing-masing hingga 320 kilometer dan 420 kilometer berdasarkan metode pengujian CLTC di China.

Angka tersebut merupakan hasil pengujian berdasarkan standar CLTC, sehingga jarak tempuh aktual dapat berbeda bergantung pada kondisi jalan, kecepatan, cuaca, dan penggunaan pendingin kabin.

Dari sisi teknologi, varian tertentu juga dilaporkan menyediakan opsi LiDAR untuk mendukung sistem bantuan berkendara. Namun, ketersediaan fitur dapat berbeda menurut varian yang dipasarkan.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa mobil listrik kompak tidak lagi hanya mengandalkan harga dan efisiensi energi, tetapi juga mulai menawarkan tenaga, ruang kabin, dan teknologi berkendara yang lebih kompetitif.

Penjualan Tembus 1,55 Juta Unit, BYD Seagull Punya Peran Strategis

BYD Seagull memiliki posisi penting dalam portofolio kendaraan listrik perusahaan tersebut.

Berdasarkan data penjualan, penjualan kumulatif Seagull mencapai sekitar 1,55 juta unit sejak pertama kali diluncurkan pada April 2023 hingga akhir September 2026.

Pada 2025, model ini mencatat penjualan sebanyak 529.537 unit.

Meski demikian, penjualannya pada 2026 masih menghadapi tekanan. Seagull mencatat penjualan 38.650 unit pada September 2026, meningkat 11,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, total penjualan selama Januari hingga September 2026 mencapai 265.901 unit, turun 33,22 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kehadiran generasi kedua dengan dimensi lebih besar, tenaga lebih kuat, dan pembaruan fitur menjadi bagian penting dari upaya penyegaran produk.

Peluncuran pada 20 Oktober mendatang akan menjadi momentum untuk mengetahui harga resmi, konfigurasi akhir, serta fitur yang benar-benar ditawarkan BYD kepada konsumen di China.

Bagi pasar otomotif global, pembaruan Seagull juga menarik untuk dicermati karena model ini dikenal sebagai salah satu kendaraan listrik kompak BYD yang berpotensi menjangkau konsumen lebih luas.

Namun, jadwal peluncuran di China tidak serta-merta berarti kendaraan tersebut akan tersedia pada waktu yang sama di Indonesia. Informasi mengenai harga dan jadwal pemasaran di Indonesia masih perlu menunggu pengumuman resmi.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *