PROTIMES.CO – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global dan ancaman krisis energi dunia. Forum para pemimpin Asia Tenggara itu berlangsung pada 7–9 Mei 2026 dengan fokus utama menjaga stabilitas kawasan di tengah konflik internasional yang terus memanas.
Kedatangan Prabowo menjadi perhatian setelah isu konflik Iran, ketegangan di Selat Hormuz, hingga ancaman gangguan rantai pasok energi global ikut menjadi agenda penting pembahasan dalam forum regional tersebut. Para pemimpin ASEAN juga melakukan sesi foto bersama atau family photo sebelum memasuki agenda pleno utama.
Selain Indonesia, sejumlah kepala negara dan pemerintahan ASEAN tampak hadir dalam forum tersebut untuk membahas stabilitas ekonomi kawasan, keamanan regional, hingga kerja sama energi dan pangan.
Krisis Energi dan Konflik Kawasan Jadi Fokus
KTT ASEAN kali ini berlangsung dalam situasi global yang tidak stabil. Ketegangan di Timur Tengah disebut berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia karena Selat Hormuz merupakan jalur utama perdagangan energi internasional.
Negara-negara ASEAN mulai memperkuat koordinasi untuk menghadapi kemungkinan lonjakan harga energi dan dampak ekonomi global yang bisa memukul kawasan Asia Tenggara.
Selain isu energi, konflik kawasan seperti ketegangan antara Thailand dan Kamboja juga menjadi perhatian dalam pembahasan para pemimpin ASEAN. Forum ini diharapkan mampu memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan yang stabil di tengah rivalitas geopolitik dunia.

Prabowo Dorong Stabilitas Kawasan
Prabowo dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda strategis selama KTT berlangsung, termasuk pembahasan kerja sama ekonomi, ketahanan pangan, dan penguatan hubungan antarnegara ASEAN.
Pemerintah Indonesia menilai kerja sama regional menjadi kunci untuk menghadapi tekanan ekonomi global yang saat ini mulai berdampak terhadap banyak negara berkembang.
Kehadiran Prabowo dalam KTT ASEAN ke-48 juga dinilai penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pembahasan isu keamanan kawasan serta transisi energi di tengah meningkatnya tensi global.







Be First to Comment