Press "Enter" to skip to content

Putin Dijaga Super Ketat! Kremlin Khawatir Ancaman Datang dari Lingkar Dalam

Pengamanan Vladimir Putin diperketat di tengah isu ancaman internal Kremlin, perang Ukraina, dan memanasnya situasi global di Selat Hormus.

PROTIMES.CO – Situasi politik dan keamanan di Rusia kembali menjadi sorotan internasional setelah pengamanan Presiden Vladimir Putin dilaporkan diperketat secara ekstrem di tengah meningkatnya tekanan dari perang Ukraina dan isu ancaman dari internal Kremlin sendiri. Laporan intelijen Eropa menyebut lingkar pengamanan Putin kini jauh lebih tertutup dibandingkan sebelumnya, bahkan terhadap staf dan orang-orang terdekatnya.

Kekhawatiran utama disebut bukan lagi berasal dari serangan luar negeri, melainkan dari potensi kebocoran rahasia negara hingga ancaman kudeta internal akibat tekanan ekonomi dan situasi perang yang belum mereda. Kremlin dikabarkan mulai menerapkan aturan ketat terhadap seluruh staf inti kepresidenan.

Beberapa kebijakan baru antara lain larangan penggunaan ponsel dengan akses internet, pembatasan perjalanan menggunakan transportasi umum bagi ring satu pengamanan, hingga pengurangan aktivitas publik Presiden Rusia. Kremlin juga disebut lebih sering merilis video rekaman lama atau pre-recorded untuk menyamarkan lokasi asli Putin.

Pengamanan Vladimir Putin dilaporkan diperketat di tengah meningkatnya tensi perang Ukraina dan isu ancaman dari lingkaran dalam Kremlin.

Langkah pengamanan ini meningkat tajam pasca pembunuhan seorang jenderal Rusia pada Desember lalu yang memicu kekhawatiran soal infiltrasi dan ancaman keamanan di dalam negeri.

Presenter OneNews International, Katarina Amelia, menyebut ancaman terhadap Putin kini dinilai datang dari dalam lingkar kekuasaan Rusia sendiri.

“Bayang-bayang ancaman kini tak lagi datang dari luar tetapi justru dari dalam lingkar kekuasaan Rusia,” ujarnya.

Selat Hormus Memanas, Kapal Korea Selatan Terbakar

Di tengah memanasnya tensi geopolitik global, insiden kebakaran kapal dagang Korea Selatan HMM Namu di Selat Hormuz juga memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas energi dunia. Kapal tersebut terbakar di ruang mesin saat sedang berlabuh pada 4 Mei 2026.

Lokasi kejadian menjadi perhatian internasional karena Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi dunia yang dilalui hampir seperlima pasokan minyak global.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menduga insiden itu berkaitan dengan eskalasi konflik Iran di kawasan Timur Tengah. Trump mengklaim militer AS telah menembak jatuh tujuh kapal militer kecil milik Iran di kawasan tersebut.

Namun, pemerintah Korea Selatan belum menemukan bukti adanya serangan eksternal terhadap kapal HMM Namu. Seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat dan investigasi penyebab kebakaran masih berlangsung.

Rusia Ancam Kyiv Jelang Victory Day

Ketegangan Rusia dan Ukraina juga meningkat menjelang perayaan Victory Day Rusia pada 8-9 Mei. Moskow memperingatkan Ukraina agar tidak melakukan serangan ke ibu kota Rusia selama perayaan berlangsung.

Pemerintah Rusia mengancam akan membalas dengan serangan langsung ke pusat kota Kyiv jika terjadi gangguan selama momen nasional tersebut. Di sisi lain, Ukraina menolak usulan gencatan senjata dua hari dari Rusia karena dianggap tidak adil dan hanya menguntungkan Moskow.

Ketegangan global juga semakin melebar setelah Uni Emirat Arab mulai mengaktifkan sistem laser Iron Beam buatan Israel untuk menghadapi ancaman drone dan rudal dari Iran. Sistem pertahanan itu digunakan setelah UEA menghadapi belasan proyektil dalam satu serangan pada awal Mei 2026.

Kerja sama pertahanan Israel dan UEA disebut menjadi salah satu dampak besar pasca – Abraham Accords yang kini semakin memperkuat poros keamanan baru di Timur Tengah.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *