PROTIMES.CO – Sistem klasifikasi game Indonesia atau Indonesia Game Rating System (IGRS) milik Komdigi menjadi perbincangan hangat di kalangan gamer. Hal ini terjadi setelah rating IGRS muncul di platform Steam dan memicu berbagai pertanyaan.
IGRS merupakan sistem penilaian usia untuk game yang bertujuan memberikan informasi terkait konten permainan kepada masyarakat. Sistem ini membantu pengguna, khususnya orang tua, dalam menentukan game yang sesuai dengan usia anak.
Penilaian dalam IGRS dilakukan berdasarkan konten game, seperti unsur kekerasan, bahasa, horor, hingga simulasi perjudian. Dari hasil tersebut, game kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori usia tertentu.
Kategori usia dalam sistem ini meliputi Semua Umur, 3+, 7+, 13+, hingga 18+, yang menjadi acuan dalam distribusi dan konsumsi game di Indonesia.
Namun, munculnya rating IGRS di Steam menimbulkan polemik karena dinilai tidak sesuai dengan konten game. Sejumlah gamer menemukan adanya ketidaksesuaian klasifikasi yang memicu kebingungan.
Menanggapi hal tersebut, Komdigi menegaskan bahwa rating yang beredar di platform tersebut bukan merupakan hasil resmi dari sistem IGRS. Rating tersebut masih berbasis penilaian internal platform dan belum melalui proses verifikasi pemerintah.
Pemerintah menekankan bahwa IGRS tetap menjadi instrumen penting dalam melindungi masyarakat dari konten game yang tidak sesuai usia, sekaligus mendukung perkembangan industri game nasional.
Dengan adanya sistem ini, masyarakat diharapkan dapat lebih selektif dalam memilih game yang aman dan sesuai dengan kebutuhan.







Be First to Comment