APROTIMES.co — Rancangan APBN 2027 dengan belanja negara sekitar Rp4.106,2 triliun dijadwalkan dibawa ke Rapat Paripurna DPR pada 29 September untuk pengambilan keputusan. Hingga informasi resmi terakhir yang ditemukan, pemerintah dan Badan Anggaran DPR telah menyepakati rancangan tersebut untuk dibahas di paripurna.
Rancangan itu menargetkan pendapatan negara Rp3.435,1 triliun. Selisih pendapatan dan belanja menghasilkan defisit sekitar Rp671,1 triliun atau 2,4 persen dari produk domestik bruto (PDB). Pembiayaan anggaran direncanakan sekitar Rp671,1 triliun.
Asumsi ekonomi makronya meliputi pertumbuhan ekonomi 6 persen, inflasi 2,5 persen, nilai tukar Rp17.500 per dolar AS, suku bunga SBN 10 tahun 6,9 persen, dan harga minyak mentah Indonesia US$75 per barel. Target lifting minyak ditetapkan 612.500 barel per hari, sementara lifting gas bumi 954.000 barel setara minyak per hari.
Rincian postur yang diberikan menyebut penerimaan perpajakan Rp2.911,95 triliun, PNBP Rp522,48 triliun, dan hibah Rp0,66 triliun. Belanja negara terdiri atas belanja kementerian/lembaga Rp1.556,89 triliun, belanja non-K/L Rp1.814,36 triliun, serta transfer ke daerah Rp735 triliun.
Bahan tersebut juga mencantumkan alokasi pendidikan Rp824 triliun, perlindungan sosial Rp539,7 triliun, dan ketahanan pangan Rp195,3 triliun.







Be First to Comment