PROTIMES.CO – Pertemuan panas dua pemimpin negara paling berpengaruh di dunia akhirnya terjadi. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping duduk di satu meja dalam kunjungan tingkat tinggi di Beijing, di tengah memanasnya geopolitik global dan bayang-bayang konflik internasional yang membuat dunia menahan napas.
Dalam momen yang disebut sebagai salah satu pertemuan paling penting dalam sejarah hubungan dua negara raksasa ekonomi dunia itu, Xi Jinping secara terbuka menyerukan agar Amerika Serikat dan China menghentikan rivalitas dan memilih jalan kemitraan strategis demi stabilitas global.
Xi Jinping menyambut langsung Donald Trump di Beijing setelah sembilan tahun sejak pertemuan bersejarah mereka sebelumnya. Dalam pidatonya, Xi menegaskan dunia sedang mengawasi arah hubungan kedua negara di tengah situasi internasional yang penuh ketidakpastian. Ia bahkan menyinggung ancaman “perangkap Thucydides”, istilah yang merujuk pada potensi konflik besar antara kekuatan lama dan kekuatan baru dunia.

“Kita harus menjadi mitra, bukan rival. China dan Amerika Serikat sama-sama untung dari kerja sama dan rugi dari konfrontasi,” kata Xi Jinping dalam pertemuan bilateral tersebut.
Xi juga memberikan ucapan selamat kepada rakyat Amerika Serikat atas peringatan 250 tahun kemerdekaan AS. Ia menegaskan keberhasilan satu negara seharusnya menjadi peluang bagi negara lain, bukan ancaman.
Pernyataan itu dianggap sebagai sinyal diplomatik kuat bahwa Beijing ingin membuka lembaran baru hubungan dengan Washington setelah bertahun-tahun diwarnai perang dagang, tekanan ekonomi, dan persaingan geopolitik.
Trump Puji China dan Bawa 30 CEO Elite AS
Donald Trump membalas sambutan Xi Jinping dengan pujian terbuka terhadap Presiden China tersebut. Trump mengaku terkesan dengan penyambutan megah pemerintah China, termasuk parade militer dan keterlibatan anak-anak dalam seremoni kenegaraan. Ia bahkan menyebut Xi sebagai pemimpin besar yang dihormatinya selama bertahun-tahun.
“Anda adalah pemimpin yang hebat. Saya mengatakan itu kepada semua orang karena itu benar,” ujar Trump.
Trump juga mengklaim memiliki hubungan personal terbaik dengan Xi Jinping dibandingkan dengan presiden-presiden Amerika sebelumnya. Menurutnya, berbagai persoalan besar antara kedua negara selalu bisa diselesaikan melalui komunikasi langsung.
Dalam kunjungan itu, Trump membawa sekitar 30 pemimpin bisnis papan atas Amerika Serikat untuk membahas peluang investasi dan perdagangan baru dengan China. Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa Washington mulai membuka ruang kerja sama ekonomi lebih luas di tengah tekanan ekonomi global dan ketidakpastian pasar internasional.
Dunia Soroti Arah Baru Hubungan AS-China
Pertemuan Trump dan Xi Jinping langsung menjadi perhatian dunia internasional. Hubungan Amerika Serikat dan China selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu faktor utama penentu stabilitas ekonomi global, termasuk rantai pasok dunia, perdagangan internasional, hingga keamanan kawasan Asia Pasifik.
Trump bahkan menyebut KTT tersebut sebagai salah satu pertemuan paling besar dalam sejarah modern hubungan kedua negara. Ia optimistis hubungan bilateral Washington-Beijing akan memasuki fase baru yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Hubungan antara China dan Amerika Serikat akan menjadi lebih baik dari sebelumnya,” kata Trump.
Pertemuan itu juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah dan kekhawatiran dunia terhadap potensi fragmentasi ekonomi internasional. Banyak pengamat menilai hasil komunikasi langsung Trump dan Xi Jinping bisa menjadi penentu arah politik dan ekonomi global dalam beberapa tahun ke depan.







Be First to Comment