Press "Enter" to skip to content

Banjir Rendam Kebon Jeruk Hingga 2 Meter, Lalu Lintas Lumpuh, Kendaraan Mogok Berjejer

Banjir hingga 2 meter rendam Kebon Jeruk dan lumpuhkan lalu lintas di Ciledug Raya, puluhan kendaraan mogok akibat genangan air.

PROTIMES.CO – Banjir besar kembali melanda wilayah Jakarta setelah hujan deras mengguyur sejak Senin petang, 4 Mei 2026, menyebabkan genangan setinggi 1 hingga 2 meter merendam permukiman warga di kawasan Kebon Jeruk serta melumpuhkan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.

Sedikitnya 140 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung di kawasan Kebon Jeruk, dengan sebagian besar warga masih bertahan di lantai dua rumah mereka karena air belum surut hingga malam hari. Kondisi ini memperlihatkan tekanan nyata yang harus dihadapi warga di tengah intensitas hujan tinggi yang belum menunjukkan tanda mereda.

Permukiman Terendam, Warga Bertahan di Lantai Dua

Genangan terparah terjadi di Jalan Muhajar, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dengan ketinggian air mencapai 2 meter. Warga terpaksa mengamankan barang-barang berharga ke tempat lebih tinggi sambil menunggu bantuan atau surutnya air.

Sebagian warga memilih bertahan karena khawatir meninggalkan rumah dalam kondisi terendam, sementara akses keluar dari kawasan tersebut juga terbatas akibat tingginya genangan.

Situasi ini kembali memunculkan pertanyaan lama soal kesiapan sistem drainase dan mitigasi banjir di wilayah padat penduduk Jakarta.

Jalan Lumpuh, Kendaraan Mogok Massal

Dampak banjir juga terasa di Jalan Ciledug Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang tergenang hingga sekitar 80 cm. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas menuju Ciledug maupun arah sebaliknya lumpuh total.

Sejumlah kendaraan, termasuk mobil pribadi hingga sedan mewah, terlihat mogok setelah nekat menerobos genangan air. Motor dan mobil terpaksa berhenti di tengah jalan, memperparah kemacetan panjang yang tidak terhindari.

Petugas kepolisian dan instansi terkait turun langsung ke lapangan untuk melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif guna mengurai kepadatan.

Luapan Kali Pesanggrahan Jadi Pemicu

Banjir ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang menyebabkan debit air Kali Pesanggrahan meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga. Kondisi saluran air yang tidak berfungsi optimal turut memperburuk situasi, membuat genangan cepat meluas ke kawasan padat dan jalan utama.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa risiko banjir di Jakarta masih menjadi ancaman nyata, terutama saat curah hujan tinggi dan sistem drainase belum sepenuhnya mampu menampung volume air.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *