PROTIMES.CO – Dampak berhentinya aktivitas tambang selama lima bulan di Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mulai terasa luas hingga ke sektor ekonomi masyarakat. Tidak hanya ribuan pekerja tambang yang kehilangan pekerjaan, pelaku usaha kecil hingga jasa pendukung di sekitar tambang juga mengalami penurunan pendapatan signifikan akibat mandeknya operasional.
Kondisi ini muncul seiring belum terbitnya izin usaha pertambangan (IUP) yang menjadi dasar aktivitas produksi. Para pekerja yang sebelumnya mengandalkan penghasilan harian kini harus bertahan tanpa kepastian, sementara perputaran ekonomi di kawasan tambang ikut melemah.
Dalam aksi yang digelar sebelumnya, para pekerja menyuarakan tuntutan agar pemerintah segera menerbitkan IUP. Aksi tersebut dikoordinatori oleh Ilyas, yang menyampaikan bahwa kondisi ini sudah sangat mendesak dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Daya Beli Turun, Usaha Ikut Lesu
Sejumlah warga menyebut, warung makan, jasa transportasi, hingga penyedia kebutuhan logistik mengalami penurunan omzet sejak tambang berhenti beroperasi. Ketergantungan ekonomi terhadap sektor tambang membuat dampaknya terasa langsung dan berantai.
Menurut data lapangan, sebagian pelaku usaha mengaku mengalami penurunan pendapatan hingga lebih dari 70 persen sejak aktivitas tambang terhenti. Hal ini menunjukkan betapa besar peran sektor tambang dalam menopang ekonomi lokal di Muara Jawa.
Para pekerja dalam aksi tersebut juga menegaskan bahwa kondisi ini tidak hanya soal pekerjaan, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup keluarga. Mereka mendesak pemerintah segera mempercepat penerbitan IUP agar aktivitas ekonomi kembali berjalan.
Harapan Pemulihan Cepat
Koordinator aksi, Ilyas, menegaskan bahwa para pekerja hanya menginginkan kepastian agar bisa kembali bekerja dan menghidupi keluarga mereka. Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan perizinan yang menghambat operasional tambang.
Dalam tuntutan yang disampaikan, pekerja meminta pemulihan ekonomi daerah tambang menjadi prioritas utama. Mereka berharap, dengan kembali beroperasinya tambang, roda ekonomi lokal dapat kembali bergerak dan tekanan ekonomi masyarakat berkurang.
Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan dampak sosial-ekonomi akan semakin meluas di wilayah tersebut.










Be First to Comment