PROTIMES.CO – Trump kembali mengumumkan langkah dagang strategis. Presiden Amerika Serikat itu pada Rabu (19/2/2026) menyatakan tercapainya Perjanjian Perdagangan Timbal Balik antara Amerika Serikat dan Indonesia yang diklaim membuka akses pasar lebih luas bagi produk Amerika ke Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul keterangan resmi dari Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR) di Washington yang menyebut lebih dari 99 persen produk AS akan mendapatkan penghapusan hambatan tarif saat masuk ke pasar Indonesia.
Duta Besar Jamieson Greer, Perwakilan Perdagangan AS, menegaskan kesepakatan ini memperluas akses ke negara berpenduduk lebih dari 280 juta jiwa sekaligus memperkuat kepentingan ekonomi dan keamanan nasional Amerika.
Presiden Trump membuka pasar Indonesia untuk menciptakan peluang komersial yang berarti bagi petani dan produsen Amerika,” ujar Greer dalam pernyataan resminya.
Ia juga menyebut perjanjian tersebut sebagai langkah bersejarah yang meruntuhkan hambatan perdagangan dan menyeimbangkan kembali hubungan dagang kedua negara.
Dalam keterangan yang sama, Greer menyampaikan apresiasi kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, atas komitmen Indonesia dalam proses negosiasi. Kesepakatan ini mencakup berbagai sektor perdagangan dan disebut akan diimplementasikan melalui komitmen berstandar tinggi yang disepakati kedua belah pihak.
Pemerintah AS menilai perjanjian tersebut sebagai penguatan hubungan bilateral strategis, terutama dalam konteks dinamika perdagangan global.
Hingga pengumuman ini disampaikan, belum dirinci secara detail sektor mana saja yang terdampak langsung maupun skema teknis implementasi di lapangan. Namun, penghapusan hambatan tarif terhadap sebagian besar produk ekspor AS menjadi poin utama dalam kesepakatan tersebut.
Indonesia sendiri merupakan mitra dagang penting di kawasan Asia Tenggara dengan nilai perdagangan bilateral yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Implementasi perjanjian ini diperkirakan akan menjadi perhatian pelaku usaha, investor, serta otoritas perdagangan kedua negara dalam waktu dekat.
Pewarta : Anwar Chow
Editor : Aris Darmawan












Be First to Comment