Press "Enter" to skip to content

Water Bombing Dikerahkan, Karhutla Kalsel Mengganas hingga Dekati Bandara Syamsudin Noor

Operasi water bombing dan teknologi suntik gambut menangani karhutla di Kalimantan Selatan

PROTIMES.co Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan kembali mengganas. Kobaran api dilaporkan meluas hingga mendekati kawasan Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru.

Kondisi tersebut memicu kepulan asap tebal yang mengganggu jarak pandang dan meningkatkan risiko terhadap aktivitas penerbangan. Tim gabungan pun mengerahkan helikopter untuk melakukan operasi pemadaman dari udara atau water bombing.

Operasi ini dilakukan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat. Helikopter menjatuhkan ribuan liter air secara berulang ke area yang terbakar, terutama di kawasan lahan gambut dan semak belukar.

Selain pemadaman dari udara, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, pemadam kebakaran serta relawan terus melakukan penanganan di darat. Mereka membuat sekat bakar, melakukan pendinginan dan menyisir area untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel (PNB) Hilman L.P Ambarita mengatakan, lokasi kebakaran terus dipantau melalui patroli darat dan udara. Petugas juga berkoordinasi dengan pengelola Bandara Syamsudin Noor untuk mengantisipasi dampak asap terhadap keselamatan penerbangan.

“Pemadaman terus dilakukan secara terpadu. Kami memprioritaskan titik api yang berada dekat permukiman, fasilitas umum dan kawasan bandara,” ujarnya.

Karakter lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga dapat merambat di bawah tanah. Karena itu, penyiraman dari udara harus dilanjutkan dengan pendinginan dan pembasahan lahan dari darat.

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Warga yang melihat titik api atau kepulan asap diharapkan segera melapor kepada petugas agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.

Pemerintah daerah juga mengingatkan warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk. Penggunaan masker dianjurkan, terutama bagi anak-anak, lansia dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Hingga kini, petugas masih berupaya mengendalikan karhutla di sejumlah titik di sekitar Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Operasi pemadaman akan terus dilakukan sampai seluruh titik api dinyatakan padam dan tidak lagi menyisakan bara di bawah permukaan.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *