PROTIMES.CO – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) bersama Yayasan Harmoni Nusantara menggelar acara “Senandung Nusantara: Ebiet G. Ade” di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Pertunjukan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang musisi legendaris Ebiet G. Ade yang dinilai berhasil merekam denyut kehidupan bangsa melalui lirik-lirik puitisnya.
Menbud Fadli Zon hadir langsung dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, ia mengaku turut merasakan perjalanan hidup bersama lagu-lagu Ebiet yang disebutnya sarat refleksi.
“Sosok Ebiet ini memang seorang penyair, tapi yang menyanyikan lagu-lagunya dan sangat sufistik,” ujarnya.
Acara ini tidak hanya menampilkan konser musik, tetapi juga menghadirkan pameran arsip perjalanan karier Ebiet.
Menbud menyebut momen itu sebagai refleksi budaya sekaligus sumber inspirasi bagi musisi muda.
Dalam salah satu segmen, Ebiet membacakan puisi berjudul Dipinggir Pantai karya Menbud, sebelum menyanyikan Titip Rindu Buat Ayah. Kehadiran dua putranya, Adera dan Segara, turut memberi warna dengan dibawakannya lagu lama Ebiet dalam aransemen kekinian.
Menbud Fadli Zon menekankan bahwa karya Ebiet G. Ade senantiasa relevan lintas generasi.
“Ketika terjadi bencana, lagu yang muncul di benak kita pasti adalah Berita Kepada Kawan. Lagu-lagu beliau selalu mengajak kita untuk berefleksi dan tetap terasa aktual,” katanya.
Ia menambahkan, kekuatan karya Ebiet terletak pada “bertutur rasa” yang mampu menyentuh hati banyak orang.
“Karena apa yang datang dari hati, biasanya mampu menyentuh hati juga,” ujarnya.
Selain Menbud, Ketua Yayasan Harmoni Nusantara, Iis Sugianto, juga memberi apresiasi. Ia menyebut karya Ebiet mengajarkan nilai kemanusiaan dan kecintaan pada Tanah Air.
Pewarta: Dzakwan
Editor: Khopipah
Be First to Comment