PROTIMES.CO – Kortas Tipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggelar penggeledahan serentak di 12 lokasi dalam penyidikan tiga kasus dugaan korupsi besar yang disebut menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto. Dari operasi tersebut, penyidik menyita uang tunai, emas batangan, dokumen, hingga berbagai aset dengan nilai fantastis yang diperkirakan melampaui Rp500 miliar.
Tiga perkara yang tengah diusut meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk PLN, kasus PT Asabri, serta penyelesaian utang PT CBS yang berkaitan dengan Krakatau Steel. Salah satu perkara yang menjadi sorotan adalah dugaan manipulasi kualitas dan kuantitas pasokan batu bara ke pembangkit listrik yang disebut menyebabkan gangguan pasokan listrik di sejumlah wilayah, dengan estimasi kerugian negara maupun perekonomian mencapai sekitar Rp5 triliun.
Brankas Rahasia Berisi Emas 74 Kilogram dan Ratusan Miliar Rupiah
Temuan paling mengejutkan berasal dari sebuah rumah di kawasan Parahyangan Golf, Sentul, Kabupaten Bogor. Penyidik menemukan sebuah brankas besar yang diduga disembunyikan di balik dinding bangunan.

Dari lokasi tersebut, polisi menyita 74 kilogram emas batangan serta uang tunai dalam berbagai mata uang yang jika dikonversi bernilai sekitar Rp476 miliar. Barang bukti lain berupa dokumen, telepon genggam, serta sejumlah barang pribadi turut diamankan guna mendukung proses penyidikan.
Penggeledahan juga dilakukan di sebuah kafe di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, yang menghasilkan penyitaan uang tunai dalam mata uang asing senilai puluhan miliar rupiah beserta dokumen transaksi keuangan. Sementara itu, di sebuah money changer, penyidik menyita puluhan barang bukti dan berbagai jenis valuta asing yang diduga berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Pengamanan Diperketat, Polisi Dalami Dugaan TPPU
Besarnya nilai barang bukti membuat pengamanan di Polda Metro Jaya diperketat. Personel Brimob bersenjata lengkap disiagakan di sejumlah titik strategis, termasuk area Ditreskrimsus, sementara patroli keamanan dilakukan secara berkala. Pelayanan publik di SPKT bahkan sempat dihentikan sementara demi menjaga keamanan proses pemindahan dan penyimpanan barang bukti.
Pakar hukum TPPU menilai temuan aset bernilai sangat besar yang tidak sebanding dengan profil pemilik dapat menjadi indikator kuat adanya dugaan pencucian uang. Pendekatan follow the money, pembuktian terbalik, serta pemulihan aset dinilai sebagai langkah penting agar kerugian negara dapat dipulihkan tanpa mengganggu keberlangsungan usaha yang mempekerjakan banyak karyawan.
Di sisi lain, peneliti antikorupsi mendorong Polri untuk menyampaikan perkembangan penyidikan secara transparan, termasuk menjelaskan hubungan antarpelaku apabila memang terdapat keterkaitan antara ketiga perkara tersebut.
Hingga kini penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi yang diamankan dari berbagai lokasi penggeledahan. Kepolisian juga belum mengumumkan tersangka secara resmi karena proses penyidikan masih berlangsung.







Be First to Comment