Press "Enter" to skip to content

Mudik Kaltim Memanas: Bandara Overload, Pelabuhan Penuh, Jalur Darat Jadi Tantangan

Arus mudik 2026 di Kaltim memuncak, bandara dan pelabuhan penuh, jalur darat jadi tantangan utama pemudik.

PROTIMES.CO – Memasuki H-2 Lebaran, arus mudik 2026 di Kalimantan Timur menunjukkan lonjakan signifikan di seluruh moda transportasi, mulai dari udara, laut hingga darat, dengan karakter tekanan mobilitas yang berbeda dibanding Pulau Jawa.

Di sektor udara, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan mencatat pergerakan penumpang mencapai sekitar 19.000 orang per hari pada puncak arus mudik 18 Maret 2026, dengan banyak penerbangan dilaporkan penuh bahkan sebagian penumpang harus menggunakan rute transit akibat keterbatasan kursi langsung.

Sementara itu, Bandara APT Pranoto Samarinda mengalami peningkatan penumpang hingga 38 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total pergerakan awal mencapai sekitar 7.000 penumpang dan terus bertambah menjelang puncak arus mudik.

Di jalur laut, lonjakan terjadi lebih awal. Pelabuhan Samarinda mencatat puncak arus mudik pada 15 Maret 2026, dengan kapal seperti KM Prince Soya mengangkut 1.697 penumpang dan KM Dorolonda mencapai 2.512 penumpang dalam satu keberangkatan.

Sedangkan di Pelabuhan Semayang Balikpapan, puncak arus diperkirakan terjadi pada 18 Maret dengan tujuan favorit pemudik menuju Surabaya dan Parepare, didorong faktor tarif yang lebih terjangkau serta adanya program mudik gratis.

Untuk jalur darat, pergerakan kendaraan pribadi dan bus tetap mendominasi, terutama pada rute panjang seperti Samarinda menuju Bontang, Kutai Timur hingga Berau. Namun, pemudik dihadapkan pada tantangan kondisi infrastruktur yang belum merata, termasuk titik jalan rusak dan potensi longsor di beberapa wilayah.

Berbeda dengan Pulau Jawa yang identik dengan kemacetan ekstrem, arus mudik di Kaltim cenderung tidak mengalami kepadatan total, tetapi lebih pada tekanan mobilitas akibat jarak antar kota yang jauh dan keterbatasan akses transportasi.

Kondisi ini membuat masyarakat harus memilih moda transportasi secara cermat, antara kecepatan perjalanan melalui pesawat, efisiensi biaya dengan kapal laut, atau fleksibilitas kendaraan pribadi dengan risiko perjalanan panjang.

Pemerintah dan operator transportasi pun diimbau untuk terus meningkatkan layanan serta memastikan keselamatan perjalanan di tengah lonjakan arus mudik yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga Hari Raya Idulfitri.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *