PROTIMES.CO – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan program cetak sawah rakyat (CSR) sebagai langkah strategis memperkuat swasembada pangan nasional. Dalam Rapat Koordinasi Pelaksana Swakelola Cetak Sawah di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Rabu (25/2/2026).
Amran meminta seluruh jajaran, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI), mengakselerasi penyelesaian kontrak cetak sawah seluas 101.503 hektare dalam satu bulan ke depan. Ia menegaskan waktu yang tersisa hanya satu bulan sehingga seluruh kekuatan harus digerakkan untuk menuntaskan target tersebut.
Percepatan mencakup provinsi prioritas seperti Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Papua Selatan (Merauke), Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Papua Barat Daya, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Riau, dan Kalimantan Utara.
Amran menyebut keterlibatan TNI sebagai kolaborasi strategis lintas sektor menghadapi tantangan ketahanan pangan global, termasuk potensi El Nino dan iklim ekstrem. Ia mengingatkan pengalaman krisis pangan global 2023–2024 ketika sejumlah negara membatasi ekspor beras, sehingga Indonesia tidak boleh bergantung pada impor.
Menurutnya, perluasan areal tanam menjadi kunci menjaga produksi nasional. Amran juga mengapresiasi kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, petani, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL) dalam percepatan swasembada. Ia meminta semangat yang sama untuk memastikan kontrak cetak sawah tuntas hingga Maret 2026. Pemerintah menilai penguatan produksi dalam negeri turut berkontribusi terhadap stabilitas harga beras global. Mentan optimistis sinergi kuat lintas sektor akan menjaga kedaulatan pangan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ketahanan pangan dunia.
Pewarta : Anwar Chow
Editor : Aris Darmawan







Be First to Comment