Press "Enter" to skip to content

Mendes PDT: Nila Salin Pati Bisa Diekspor

(Foto: Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal)

PROTIMES.CO — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menargetkan desa di Kabupaten Pati jadi eksportir ikan nila salin karena potensinya yang sangat tinggi.

Lahan untuk budidaya tersebut mencapai 1.885 hektare dengan hasil panen sebanyak 7,5 ton pada tahun 2024 meskipun masih dilakukan dengan cara konvensional.

Hasil panen ini diyakini Mendes Yandri akan lebih maksimal jika dilakukan dengan cara modern setelah dilakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kemendes PDT dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Manfaatnya juga akan meluas. Tidak hanya pada distribusi hasil panen, kesejahteraan masyarakat, namun juga pemenuhan kebutuhan program prioritas lain milik Presiden Prabowo Subianto seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kiranya nanti Pati akan jadi prioritas dari program-program itu. Pati desanya 400 lebih, nanti akan kami prioritaskan, kerjasamakan dengan kementerian/lembaga, lintas pelaku usaha, di mana nanti mungkin di Pati akan tercipta desa ekspor, desa swasembada, desa ketahanan energi, dan lain sebagainya,” kata Yandri.

Kolaborasi dengan KKP sendiri telah dilaksanakan Kemendes PDT melalui Memorandum of Understanding (MoU) berikut dengan sektor swasta sehingga dapat mempercepat proses pemasaran untuk mendapatkan harga yang menguntungkan.

Langkah ini dipastikan berhasil, terlebih dengan bersatunya gubernur, bupati/wali kota, serta kepala desa sebagai mitra dalam membangun Indonesia secara merata yang dimulai dari desa.

“Bapak Presiden ingin sekali menggeser air mata kemiskinan menjadi air mata kebahagiaan. Ini tidak akan terlaksana kalau tidak ada kolaborasi, kalau tidak ada kerja sama. Maka kolaborasi kerja sama dengan gubernur, dengan bupati, camat, kepala desa semua harus terlibat,” ujarnya.

Dalam kunjungan kerja ini, Mendes Yandri bersama Wamendes Ahmad Riza Patria, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Haeru Rahayu, dan Bupati Pati Sudewo juga melakukan panen ikan nila salin di Desa Dororejo Kecamatan Tayu Kabupaten Pati.

Meskipun hasil ikannya dinilai baik, namun ada tiga kendala yang dievaluasi untuk tahap berikutnya.

Tiga kendala tersebut berkaitan dengan pakan, teknis, dan pemasaran hasil panen yang langsung direspons Kemendes PDT dan KKP.

Para petambak akan diberi pelatihan langsung dari ahlinya dan disambungkan dengan pembeli yang tepat tanpa perantara sehingga harga ikan tidak akan merugikan masyarakat saat panen raya.

“Memang perlu pendampingan dan pemberdayaan. Kami datang ke sini bukan hanya untuk melihat, tapi juga berpikir ke depan, termasuk untuk pakan, teknis, dan pemasarannya,” kata Mendes Yandri.

“Ini perlunya kolaborasi, termasuk hilirisasi, jadi hasil panen akan kita pikirkan. Jadi produk di desa bisa kita maksimalkan,” imbuhnya.

Beberapa langkah ini penting karena nila salin merupakan jenis ikan nila air tawar yang melalui inovasi dan rekayasa teknologi yang dibudidayakan di air payau.

Ikan ini memiliki banyak keunggulan, di antaranya tahan terhadap kadar garam tinggi, berpeluang untuk menjadi komoditas ekspor, memiliki siklus budidaya lebih singkat karena perubahannya cepat, dan harga relatif stabil.

Pewarta: Khairul

Editor: Khopipah

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *