Press "Enter" to skip to content

Realisasi Kinerja UMKM Kuartal II 2025 Lampaui Target, Pemerintah Pacu Sertifikasi dan Pembiayaan

(Foto: Kementerian UMKM)

PROTIMES.CO — Pemerintah mencatat sejumlah capaian strategis dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sepanjang kuartal II tahun 2025.

Lewat kolaborasi lintas kementerian/lembaga, Kementerian UMKM berhasil mempercepat proses perizinan, sertifikasi, hingga pembiayaan yang berdampak langsung pada pertumbuhan sektor UMKM nasional.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut pencapaian ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat iklim usaha yang inklusif dan berkelanjutan.

“Capaian ini adalah bentuk komitmen nyata untuk meningkatkan daya saing UMKM dan mendorong pembukaan lapangan kerja berkualitas,” kata Maman.

Hingga kuartal II, jumlah penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) melonjak menjadi 1.445.205 NIB, naik 95,4 persen dibanding kuartal I. Angka ini setara 83,72 persen dari total target tahunan sebesar 2,5 juta NIB. Peningkatan ini menjadi indikator utama efisiensi sistem perizinan berbasis OSS.

Sertifikasi halal juga menunjukkan kinerja positif. Pada kuartal II, sebanyak 654.518 sertifikat diterbitkan, sehingga akumulasi sejak 2019 mencapai 2.348.061 sertifikat untuk lebih dari 6,5 juta produk. Mayoritas (97,2 persen) berasal dari skema self declare.

Pencapaian serupa juga terlihat pada program SNI Bina UMK, dengan 194.401 pengusaha menerima sertifikasi, meningkat 105 persen dari kuartal I. Hingga saat ini, lebih dari satu juta pengusaha dan 1,2 juta produk telah tersertifikasi.

Di sisi pembiayaan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) nasional per 2 Juli 2025 mencapai Rp132,7 triliun kepada 2,29 juta penerima. Komposisi pembiayaan ke sektor produksi mencapai 59,9 persen atau Rp79,6 triliun, mendekati target peningkatan kualitas KUR.

“UMKM punya peran sentral dan strategis dalam mendukung ketahanan dan pemerataan ekonomi nasional,” tegas Menteri Maman, menyoroti pentingnya capaian ini dalam konteks pembangunan.

Program lain seperti izin edar, PIRT, dan merek dagang turut mencatat progres. Hingga semester I, 24.837 nomor NIE diterbitkan, 104.860 PIRT diterbitkan, dan 7.692 merek dagang baru UMKM tercatat.

Seluruh capaian ini, menurut Maman, menjadi fondasi kuat dalam menunaikan mandat Presiden Prabowo untuk mendorong UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia melalui visi Asta Cita.

Pewarta: Dzakwan

Editor: Khopipah

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *