Press "Enter" to skip to content

AELI Dorong Sertifikasi Fasilitator untuk Jamin Kualitas Experiential Learning

PROTIMES.CO — Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) menekankan pentingnya peningkatan kapasitas fasilitator melalui sertifikasi nasional guna menjamin kualitas layanan experiential learning di Indonesia. Hal ini disampaikan Ketua Umum AELI, Gigih Gaesang.

Menurut Gigih, AELI telah memiliki Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk fasilitator experiential learning sejak lebih dari satu dekade lalu. Standar ini kemudian diperbarui pada tahun 2024 untuk menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan pengembangan SDM.

“SKKNI ini menjadi dasar dalam pelatihan dan sertifikasi anggota kami,” jelasnya.

Berdasarkan SKKNI tersebut, AELI mengembangkan pelatihan berbasis kompetensi, baik untuk individu maupun penyedia layanan.

“Kami ingin fasilitator kami tidak hanya bisa memimpin kegiatan, tapi juga memahami proses pembelajaran berbasis pengalaman secara menyeluruh,” ujar Gigih.

Sertifikasi ini dilakukan oleh BNSP dan melibatkan para anggota AELI sebagai asesor serta perumus standar. Hal ini menegaskan posisi AELI sebagai garda depan dalam profesionalisasi fasilitator experiential learning di Indonesia.

“Dengan standar kompetensi ini, kita bisa pastikan bahwa setiap program tidak hanya menyenangkan tapi juga punya learning outcome yang terukur,” ungkapnya.

Gigih menambahkan, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) ini juga sejalan dengan semangat pemerintah dalam membangun manusia Indonesia unggul.

“Retret kabinet, program-program di Kemendikbud, hingga narasi MBG, semua mengarah pada penguatan SDM. AELI ingin berperan aktif di dalamnya,” kata dia.

Ia berharap pemerintah dan pelaku industri melihat pentingnya fasilitator tersertifikasi sebagai komponen vital dari proses pendidikan nonformal berbasis pengalaman.

Pewarta: Dzakwan

Editor: Khopipah

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *