Press "Enter" to skip to content

Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi RI Tumbuh 6 % di 2026

PROTIMES.CO – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme tinggi terkait prospek ekonomi Indonesia tahun 2026 saat press briefing akhir 2025 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Ia menegaskan keyakinannya bahwa perekonomian nasional bisa tumbuh hingga 6 persen, lebih tinggi dari asumsi dalam RAPBN 2026 sebesar 5,4 persen. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bagi pelaku pasar dan investor domestik maupun global bahwa pemerintah menargetkan momentum baru di awal tahun kuda api ini.

Purbaya menjelaskan bahwa pertumbuhan 6 % bukan target simbolis, melainkan angka yang realistis selama kebijakan fiskal dilaksanakan konsisten dan ada sinergi kuat antara kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia.

Salah satu strategi utamanya adalah mempercepat belanja negara sejak awal 2026 untuk mendorong konsumsi dan investasi, serta mengatasi hambatan struktural yang selama ini menghambat pertumbuhan.

Menurut Menkeu, kondisi ekonomi pada kuartal IV 2025 menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang stabil, setelah tekanan sepanjang tahun lalu. Ia menyebut angka pertumbuhan pada periode itu berada di atas 5,5 % secara tahunan sehingga menjadi basis optimisme untuk tahun depan.

Tahun 2026 harusnya pertumbuhan 6 persen dan saya akan dorong ke 6 persen,” tegasnya.

Namun, Purbaya juga mewaspadai bahwa angka ini tidak akan tercapai tanpa penyelesaian berbagai kendala fundamental.

Penempatan dana Rp 276 triliun ke perbankan milik negara (HIMBARA) yang sebelumnya dilakukan untuk mendukung likuiditas ekonomi dinilai Purbaya belum optimal dalam mendorong permintaan domestik, sehingga perlu disinergikan dengan kebijakan BI dan langkah lain untuk memperluas kredit usaha.

Selain itu, Purbaya menegaskan bahwa defisit anggaran APBN 2025 berpotensi melebar sedikit di awal 2026, tetapi pemerintah akan menjaga agar tetap sesuai ketentuan undang-undang sambil memacu pertumbuhan ekonomi.

Pernyataan tersebut ia sampaikan usai membuka perdagangan saham tahun 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/1/2026), dimana ia juga optimistis IHSG mampu menembus level 10.000 poin sebagai bagian dari sentimen positif pasar.

Selain target pertumbuhan, Purbaya juga memberikan sinyal bahwa sejumlah kebijakan perpajakan baru seperti penarikan PPh Pasal 22 dari marketplace (e-commerce) akan bergantung pada perbaikan kondisi ekonomi dulu, termasuk pencapaian target pertumbuhan tersebut. Kebijakan ini ditegaskan dalam press briefing 31 Desember 2025 sehingga mekanismenya belum akan diberlakukan sampai perekonomian menunjukkan tren kuat.

Tantangan lain yang disoroti oleh Purbaya adalah iklim investasi nasional yang perlu ditingkatkan melalui perbaikan regulasi dan penyelesaian hambatan birokrasi agar modal asing dan domestik bisa mengalir lebih cepat ke sektor produktif — suatu keharusan untuk mencapai target 6 %. Hal ini ia sampaikan dalam berbagai kesempatan termasuk dalam Economic Outlook 2026 yang digelar awal Desember 2025.

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *