PROTIMES.CO — Komisi C DPRD DKI Jakarta menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menilai masih banyak potensi pendapatan yang bisa digali dari kerja sama pengelolaan aset.
“Sumber-sumber pendapatan masih bisa digali dari pemanfaatan aset yang bisa dikerjasamakan. Jika aset dikerjasamakan, kita tidak perlu keluar biaya perawatan, dan aset juga tercatat serta terjaga,” ujarnya dalam rapat pembahasan KUA-PPAS 2025.
Ia menyebut kebijakan ini sejalan dengan upaya efisiensi anggaran dan pemanfaatan aset secara produktif. Kolaborasi antara Pemprov DKI dan pihak ketiga menjadi kunci untuk mengelola aset dengan baik.
“Potensi pendapatan lebih dimaksimalkan,” tegasnya.
Berdasarkan pembahasan rancangan perubahan KUA-PPAS yang dilakukan pada 4 Juli lalu, total APBD DKI Jakarta naik sebesar 0,53 persen atau Rp487 miliar menjadi Rp91,83 triliun.
Pendapatan daerah juga meningkat 3,72 persen atau Rp3,04 triliun, dari sebelumnya Rp81,73 triliun menjadi Rp84,77 triliun. Sementara itu, belanja daerah mengalami kenaikan 3,97 persen menjadi Rp85,94 triliun.
Khoirudin mengingatkan agar kenaikan APBD ini dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Harapan saya, potensi pendapatan dari aset bisa lebih dimaksimalkan. Apalagi APBD kita juga meningkat,” katanya.
Ia menutup rapat dengan mengingatkan agar visi Jakarta sebagai kota global tidak hanya menjadi jargon, tetapi diturunkan ke dalam program nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pewarta: Dzakwan
Editor: Khopipah
Be First to Comment