Press "Enter" to skip to content

Apresiasi Falilitas Pelindungan Pekerja Migran Milik Jawa Timur, Menteri P2MI: Role Model Nasional

Menteri P2MI Abdul Kadir Karding. (Foto: Kementerian P2MI)

PROTIMES.CO – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat pelindungan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI).

Hal itu disampaikan Menteri Karding usai menemui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/7/2025) malam.

“Jawa Timur adalah salah satu provinsi pengirim pekerja migran Indonesia terbesar. Karena itu, kami berdiskusi dengan Ibu Gubernur untuk memperkuat pelindungan, baik sebelum berangkat, saat bekerja di luar negeri, maupun ketika mereka kembali ke tanah air,” ujarnya.

Menteri Karding menekankan pentingnya pemberdayaan purna pekerja migran dan peningkatan sosialisasi migrasi aman ke desa-desa sebagai bentuk jemput bola menekan angka keberangkatan non-prosedural atau ilegal.

Selain itu, ia juga mendorong peningkatan keterampilan calon PMI melalui sistem vokasi terpadu.

“Saat ini, 80 persen pekerja migran Indonesia bekerja di sektor domestik dan 67,7 persen di antaranya adalah perempuan. Ke depan, kita harus siapkan mereka dengan pelatihan bahasa, keterampilan kerja, dan soft skill agar bisa bekerja di sektor-sektor yang lebih profesional,” katanya.

Lebih jauh, Menteri Karding menilai Jawa Timur saat ini menjadi provinsi terdepan dalam hal pelindungan terhadap warganya yang berangkat kerja ke luar negeri. Hal itu dibuktikan dengan adanya peraturan daerah terkait PMI.

Jawa Timur juga, lanjut dia, sebagai provinsi penyumbang pekerja migran terbanyak se-Indonesia tahun 2024, telah mengalokasikan anggaran daerah untuk program pelatihan dan pemberdayaan pekerja migran.

“Ini satu-satunya provinsi yang sejauh ini sudah membangun sistem pelindungan lengkap. Jawa Timur bisa menjadi role model nasional,” pungkasnya.

Pewarta: Khairul

Editor: Khopipah

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *