Press "Enter" to skip to content

Takjil Favorit Kembali Jadi Target Kuliner Ramadan

PROTIMES.CO – Momentum Ramadan kembali menggerakkan denyut ekonomi musiman melalui takjil yang menjadi buruan masyarakat menjelang waktu berbuka puasa. Beragam pilihan kudapan khas Ramadan mulai ramai dijajakan di sejumlah titik keramaian sejak awal puasa tahun ini, menghadirkan cita rasa tradisional hingga kreasi modern yang menyasar berbagai segmen konsumen. Fenomena ini terlihat di berbagai daerah perkotaan maupun pinggiran, dengan aktivitas jual beli meningkat signifikan pada sore hari.

Aktivitas berburu takjil biasanya mulai terlihat sejak pukul 15.30 waktu setempat, ketika warga mulai memadati sentra kuliner Ramadan yang tersebar di tepi jalan, pasar kaget, hingga area publik. Penjual menawarkan aneka makanan dan minuman berbuka seperti kolak, es buah, gorengan, hingga jajanan berbasis olahan lokal. Kondisi ini menjadi rutinitas tahunan yang tak terpisahkan dari suasana Ramadan, sekaligus memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk meraup pendapatan tambahan.

Salah seorang pedagang takjil mengatakan antusiasme pembeli tahun ini terbilang stabil sejak hari-hari awal puasa. “Setiap sore selalu ramai, apalagi menjelang magrib. Takjil memang sudah jadi kebutuhan wajib saat Ramadan,” ujarnya. Ia menyebut harga jual tetap disesuaikan dengan daya beli masyarakat agar tetap terjangkau, tanpa mengurangi porsi maupun kualitas bahan.

Keberadaan sentra UMKM Ramadan juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang cukup luas. Selain membuka lapangan usaha sementara, aktivitas ini turut menghidupkan interaksi sosial di tengah masyarakat. Pembeli dari berbagai latar belakang berkumpul, saling berbagi rekomendasi menu, hingga menjadikan momen berburu takjil sebagai bagian dari kebersamaan keluarga.

Di sisi lain, pemerintah daerah dan aparat terkait turut melakukan pengawasan untuk memastikan keamanan pangan dan ketertiban lalu lintas di sekitar lokasi penjualan. Langkah ini dilakukan agar aktivitas ekonomi musiman tersebut berjalan aman, nyaman, dan tidak mengganggu pengguna jalan. Ramadan pun kembali menjadi periode penting yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi rakyat melalui tradisi berbagi dan berbuka puasa.

Pewarta : Nada Fita Anggraini

Editor : Aris Darmawan

Be First to Comment

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *