slot deposit pulsa
slot
slot pulsa
bola16
slot pulsa
slot
PLTN Pertama RI Targetkan Beroperasi 2032 di Lokasi Kalbar dan Bangka - Protimes Press "Enter" to skip to content

PLTN Pertama RI Targetkan Beroperasi 2032 di Lokasi Kalbar dan Bangka

PROTIMES.CO — Pemerintah Indonesia menegaskan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama di tanah air yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2032 sebagai bagian dari strategi energi nasional yang lebih beragam dan mendukung transisi energi. Rencana tersebut muncul dalam berbagai dokumen kebijakan dan pernyataan pejabat terkait, menunjukkan bahwa Indonesia semakin serius memposisikan energi nuklir sebagai komponen penting dalam bauran energi primer.

Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Haendra Subekti, mengatakan pemerintah telah menetapkan target agar PLTN pertama mulai beroperasi pada 2032 mendatang. Dua wilayah yang menjadi kandidat lokasi konstruksi adalah Kalimantan Barat dan Bangka Belitung, yang dipertimbangkan berdasar kajian potensi lahan, sumber daya energi, serta persyaratan keselamatan teknis.

Menurut data rencana kerja dan dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, anak usaha PT PLN (Persero) yaitu PLN Indonesia Power dan PLN Nusantara Power ditunjuk sebagai pelaksana proyek PLTN tersebut. Nusantara Power akan fokus pada wilayah Bangka, sedangkan Indonesia Power menggarap proyek di Kalimantan sebagai bagian dari upaya diversifikasi sumber energi nasional.

Pembangunan PLTN ini juga memperhitungkan potensi sumber bahan bakar nuklir seperti uranium dan thorium di wilayah tertentu, termasuk di Kalimantan Barat, yang sebelumnya telah menjadi fokus survei dan studi oleh lembaga terkait guna menentukan kelayakan lokasi dan sumber daya. Survei dan studi tersebut mempertimbangkan faktor-faktor teknis seperti kondisi kegempaan, bahaya geologi, dan aspek keselamatan untuk memastikan pembangunan PLTN dapat memenuhi standar internasional.

Meski target operasional PLTN pertama adalah 2032, sejumlah tantangan teknis, regulasi, dan investasi masih perlu diatasi sebelum proyek berjalan. Pemerintah telah membentuk gugus tugas dan menyiapkan kerangka regulasi yang diperlukan untuk menetapkan lokasi, struktur organisasi pelaksana program energi nuklir, serta mekanisme pengawasan keselamatan. Hal ini sejalan dengan upaya untuk memperkuat kapasitas pengembangan energi nuklir di Indonesia secara bertahap.

Perkembangan PLTN pertama di Indonesia dinilai sejalan dengan tujuan jangka panjang mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan kontribusi energi rendah karbon dalam sistem kelistrikan nasional. Selain itu, energi nuklir dipandang dapat memberikan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan kebutuhan energi di masa depan.

Editor: Reza

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2025 Protimes.co