PROTIMES.CO – Kadin Balikpapan didorong mengambil peran utama dalam arus investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), menyusul belum optimalnya realisasi investasi asing yang sebelumnya digadang-gadang masuk ke kawasan tersebut. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, dalam Musyawarah Kota (Mukota) XII Kadin di Royal Mahligai, menegaskan bahwa peluang masih terbuka lebar dan pengusaha lokal tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
Ia mengungkapkan, terdapat sekitar 10 hingga 15 calon investor, termasuk dari China, yang sempat menyatakan minat masuk ke IKN. Namun hingga kini, realisasi di lapangan masih sangat terbatas. Bahkan, hanya satu hingga dua investor yang benar-benar melakukan groundbreaking, sementara sebagian lainnya tidak kembali melanjutkan rencana investasinya. Kondisi ini dinilai menjadi momentum strategis bagi pengusaha lokal untuk mengambil posisi lebih dominan.
Menurut Bagus, Pemerintah Kota Balikpapan melalui APBD telah membuka ruang luas bagi Kadin untuk berkembang dan berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar pengusaha agar mampu bersaing dalam skala besar, termasuk melalui skema sindikasi usaha. Dengan kekuatan kolektif, pengusaha lokal dinilai mampu menjadi pemain utama di tengah geliat pembangunan IKN.
Di sisi lain, ia menyoroti kondisi perbankan yang saat ini memiliki likuiditas tinggi dan justru membutuhkan proyek untuk disalurkan. Bagus menegaskan bahwa kendala modal tidak lagi menjadi hambatan utama selama pelaku usaha memiliki kepercayaan dan kesiapan bisnis yang matang. Bahkan, akses pembiayaan bagi UMKM disebut bisa mencapai Rp25 juta tanpa jaminan, sementara perusahaan yang sudah berkembang akan lebih mudah mendapatkan dukungan perbankan.
Balikpapan sendiri, lanjutnya, bukan kota tambang melainkan kota jasa yang memiliki potensi besar di sektor perhotelan, rumah sakit, perumahan, hingga food and beverage. Kebutuhan kamar hotel untuk event nasional yang masih kurang menjadi indikator bahwa peluang investasi di sektor ini masih sangat terbuka.
Selain itu, Bagus juga menyoroti rendahnya rasio wirausaha di Indonesia yang baru mencapai sekitar 4,6 persen, masih tertinggal dibanding negara ASEAN lain seperti Thailand dan Vietnam. Ia mendorong adanya perubahan pola pikir, khususnya di kalangan mahasiswa, agar tidak hanya berorientasi menjadi pekerja, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan.
Sektor ketahanan pangan juga disebut sebagai peluang strategis ke depan, terutama dengan meningkatnya kebutuhan akibat pembangunan IKN. Komoditas seperti telur, daging ayam, dan sayuran diprediksi akan mengalami lonjakan permintaan, sehingga membuka peluang bagi pengusaha untuk masuk ke sektor pertanian modern seperti greenhouse dan hidroponik.
Meski peluang terbuka luas, Bagus mengingatkan agar pelaku usaha tetap memperhatikan dinamika global seperti ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, serta gangguan rantai pasok yang dapat memengaruhi stabilitas bisnis. Ia menegaskan pentingnya perencanaan matang agar investasi yang dilakukan tidak meleset dari target.
Mukota XII Kadin Balikpapan sendiri diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi yang berjalan demokratis sesuai AD/ART, sekaligus melahirkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan ekonomi ke depan.












Be First to Comment