PROTIMES.CO – Pemerintah Indonesia memastikan akan menghapus tarif 99 persen produk asal Amerika Serikat sebagai bagian dari kesepakatan dagang bilateral terbaru yang diumumkan pada Februari 2026. Kebijakan ini mencakup berbagai sektor mulai dari komoditas pertanian, produk otomotif, hasil laut hingga produk kesehatan. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi memperluas akses pasar, memperkuat rantai pasok, dan meningkatkan volume perdagangan dua arah antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Kesepakatan ini diumumkan menyusul komunikasi tingkat tinggi antara pejabat perdagangan kedua negara dan menjadi bagian dari penguatan kerja sama ekonomi yang lebih luas. Dengan penghapusan tarif hampir menyeluruh, produk asal Amerika diperkirakan akan masuk ke pasar domestik dengan bea masuk yang jauh lebih rendah bahkan nol persen pada sebagian besar kategori barang.

Pemerintah menyebut kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan kepastian usaha dan mendorong efisiensi biaya produksi bagi industri yang masih bergantung pada bahan baku impor.
Dari sisi komoditas, produk pertanian seperti gandum dan kedelai asal AS berpotensi semakin kompetitif di pasar Indonesia. Sementara itu, sektor otomotif dan produk kesehatan juga diprediksi memperluas penetrasi pasar dengan harga yang lebih kompetitif. Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini tetap mempertimbangkan perlindungan industri dalam negeri melalui penerapan standar teknis, regulasi non-tarif, serta pengawasan ketat terhadap kualitas dan keamanan produk.
Di tengah keterbukaan pasar, pelaku usaha nasional diminta meningkatkan daya saing, efisiensi produksi, serta inovasi agar mampu bersaing dalam struktur perdagangan yang lebih terbuka. Pemerintah juga memastikan evaluasi berkala akan dilakukan untuk memitigasi dampak terhadap sektor usaha kecil dan menengah yang berhadapan langsung dengan produk impor.
Dengan penghapusan tarif 99 persen ini, hubungan perdagangan Indonesia–Amerika Serikat memasuki fase baru yang lebih terbuka dan kompetitif. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi menghadapi dinamika ekonomi global sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan nasional di tengah ketidakpastian pasar internasional.
Pewarta : Anwar Chow
Editor : Aris Darmawan











Be First to Comment