PROTIMES.CO – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan militer Amerika telah melancarkan serangan skala besar ke Venezuela dan berhasil menangkap Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, yang kemudian diterbangkan keluar dari negara itu, menurut pernyataan resmi Trump di media sosial.
Kronologi Serangan dan Penangkapan
02:00 waktu setempat (VET) – Amerika meluncurkan operasi militer yang mencakup pengeboman dan serangan udara di berbagai lokasi strategis Venezuela, termasuk ibu kota Caracas serta basis-basis militer utama seperti Fuerte Tiuna dan La Carlota, dalam operasi yang disebut sebagai bagian dari Operation Southern Spear.

Ledakan dan Serangan di Caracas – Warga di ibu kota mendengar setidaknya tujuh ledakan dan melihat pesawat serta helikopter militer beroperasi di atas kota dalam dini hari. Beberapa video yang beredar di media sosial memperlihatkan asap hitam dan kilatan ledakan di area pemerintahan dan militer.
Penangkapan oleh Pasukan Khusus – Trump menyatakan bahwa pasukan elit AS, termasuk satuan khusus seperti Delta Force, terlibat dalam operasi pengamanan dan penangkapan Presiden Maduro dan istrinya. Mereka kemudian diterbangkan dari Venezuela.
Pengumuman Resmi Trump – Dalam unggahan di platform media sosialnya, Trump menyebut operasi ini sebagai “large scale strike” dan bahwa Maduro akan menghadapi tuntutan hukum di AS, termasuk kemungkinan dakwaan terkait narkotika.

Pemerintah Venezuela mengumumkan keadaan darurat nasional, menuduh AS melakukan agresi ilegal dan menyerukan rakyat Venezuela untuk bermobilisasi dan menentang intervensi asing.
Wakil Presiden Delcy Rodríguez bahkan meminta bukti kehidupan (proof of life) untuk pasangan Maduro, karena lokasi mereka setelah operasi belum dikonfirmasi secara independen.
Respons Internasional :
Rusia, Kuba, Iran mengecam tindakan AS sebagai bentuk agresi terhadap kedaulatan Venezuela.
Uni Eropa menyerukan penghormatan pada hukum internasional dan PBB serta penahanan eskalasi konflik.
Negara tetangga seperti Kolombia memobilisasi pasukan di perbatasan karena kekhawatiran krisis pengungsi.

Geopolitik
Eskalasi terbesar di Amerika Latin, intervensi militer AS paling besar di kawasan sejak invasinya di Panama (1989), memicu perdebatan global tentang legalitas dan dampak geopolitik.
Latar Belakang Konflik
Ketegangan antara AS dan Venezuela telah meningkat selama 2025 karena tuduhan AS bahwa Maduro dan pemerintahannya terlibat dalam narkotrafik, penipuan pemilu, dan pelanggaran HAM, serta adanya sanksi keras dan penempatan kapal angkatan laut di Karibia.
Reaksi Publik Venezuela
Warga Venezuela dilaporkan terkejut dan cemas, sementara dunia menunggu konfirmasi independen mengenai nasib Maduro dan rincian resmi dari pemerintah AS dalam konferensi pers yang direncanakan di Mar-a-Lago, Florida.
Pewarta : Chow
Editor : Aris Darmawan







Be First to Comment